RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  20.000 Penggemar Anime Jepang Serbu Petisi soal Tr...

Internasional

20.000 Penggemar Anime Jepang Serbu Petisi soal Trump-Naruto

Video AI yang menampilkan Donald Trump berubah wujud menjadi Naruto Uzumaki memicu gelombang protes dari penggemar anime Jepang, dengan petisi daring menembus hampir 20.000 tanda tangan di Change.org.

Trump Jadi Naruto, Langsung "Digeruduk" 20.000 Warga Jepang

Hampir 20.000 penggemar anime Jepang menandatangani petisi daring di Change.org setelah video buatan kecerdasan buatan memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertransformasi menjadi Naruto Uzumaki, karakter utama serial manga dan anime yang sudah punya tempat sakral di hati jutaan orang.

Video itu diunggah ke Truth Social pada 6 Juni 2026, bagian dari musik video AI untuk lagu berjudul "Thank You, President Trump" karya Anthony Constantino, politikus Partai Republik dari New York yang mendapat restu Trump untuk maju ke Kongres. Trump digambarkan mengenakan kostum khas Naruto, warna oranye-hitam, lengkap dengan aksi ninjutsu. Dalam klip yang sama, ia juga menaiki unta, berdiri di depan Menara Miring Pisa, hingga menancapkan bendera AS di bulan. Ambisius, memang.

Tapi komunitas penggemar tidak terkesan. Sama sekali tidak.

Petisi yang awalnya dibuat sejak Maret lalu itu dibuka kembali pada Selasa, 9 Juni, sebagai respons "mendesak" atas video Naruto tersebut. Bukan tanpa alasan petisi ini punya riwayat panjang: ia lahir dari insiden sebelumnya, ketika unggahan Gedung Putih mencampurkan rekaman serangan udara militer AS terhadap Iran dengan adegan dari serial anime Yu-Gi-Oh!. Tim yang sama juga sempat memakai footage Wii Sports Nintendo yang dicampur dengan materi operasi militer yang mereka sebut "Operation Epic Fury" di Iran. Pola yang, kalau diperhatikan, cukup konsisten.

Petisi asli sempat diajukan ke Kementerian Luar Negeri Jepang pada Maret, yang kemudian meneruskan permintaan ke Kedutaan Besar AS di Tokyo soal penggunaan karakter Yu-Gi-Oh! dan game Nintendo di akun resmi Gedung Putih di platform X. Kali ini, para penggagas ingin protes disampaikan langsung kepada pemegang hak cipta.

"Selama bertahun-tahun, karya-karya ini telah menginspirasi penonton di seluruh dunia dengan menyampaikan nilai-nilai seperti keberanian, persahabatan, dan ketekunan," demikian bunyi petisi tersebut. Para penggagas menambahkan bahwa keresahan ini tidak hanya datang dari komunitas Jepang, tapi sudah bergaung di kalangan penggemar internasional yang geram melihat karya-karya budaya itu direkontekstualisasi untuk keperluan propaganda.

Ini bukan kali pertama konten AI Trump memantik reaksi keras. Sebelumnya, ia mengunggah gambar dirinya menyerupai figur Yesus. Bukan hanya penentang, sejumlah pendukungnya pun angkat suara.

Pertanyaan hak cipta, agaknya, terus diabaikan. Naruto bukan sekadar maskot pop culture, ia membawa muatan nilai yang bagi sebagian penggemar terasa jauh lebih dari sekadar hiburan. Menjadikannya bahan kampanye politik, apalagi dalam konteks militer, dipandang sebagai pengkhianatan terhadap spirit karya aslinya. Klaim yang, tentu saja, masih menunggu respons hukum dari pemegang hak cipta terkait.