RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  200.000 Orang Mengungsi saat Api Lahap Prancis dan...

Internasional

200.000 Orang Mengungsi saat Api Lahap Prancis dan Spanyol

Kebakaran hutan dahsyat melanda Prancis barat daya dan Spanyol tengah, memaksa 200.000 orang mengungsi dalam evakuasi terbesar yang pernah terjadi di kedua negara. Spanyol menyatakan keadaan darurat nasional untuk pertama kalinya.

200.000 Warga Perancis dan Spanyol Mengungsi Gara-gara Kebakaran Besar

Sepanjang Jumat (24/7/2026), sekitar 200.000 orang berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka di Prancis dan Spanyol, lari dari kebakaran hutan yang meluas dengan kecepatan yang membuat petugas pemadam kebakaran pun angkat tangan. Tidak ada korban jiwa.

Di Prancis, Kementerian Dalam Negeri mencatat 141.000 orang mengungsi dari Departemen Gironde dan Landes. Kebakaran bermula Rabu (22/7/2026) di Semenanjung Cap Ferret, kawasan wisata pantai Atlantik sekitar 60 kilometer dari Bordeaux, dan kini telah melahap 140 kilometer persegi hutan. Situasi makin gawat setelah angin berubah arah di siang hari, membalik semua kalkulasi yang sudah dibuat tim pemadam.

"Kami mengetahui pada Jumat siang, setelah perubahan arah angin, kebakaran tersebut telah menjadi kebakaran besar yang terus meluas dan sangat sulit dikendalikan," ungkap Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez dalam siaran di TF1. Api kini bergerak ke timur, mengincar wilayah metropolitan Bordeaux.

Sekitar 1.500 orang terpaksa dievakuasi lewat laut, menyeberang menuju kota Arcachon menggunakan taksi air dan kapal yang lebih besar. Pemandangan yang agaknya belum pernah ada presedennya di Prancis modern. Di Landes, kebakaran terpisah yang berawal di Desa Saumos sudah menghanguskan lebih dari 14.000 hektar dan merobohkan lebih dari 100 rumah serta satu tempat perkemahan, memaksa 31.000 orang ikut mengungsi.

Total kerusakan di Gironde: 53 rumah hancur, satu tempat perkemahan lenyap, 42 petugas pemadam terluka. "Kebakaran yang telah kami alami dan lawan di Gironde selama tiga hari ini telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Sophie Brocas, Prefek Nouvelle Aquitaine. Belum pernah sebelumnya.

Presiden Emmanuel Macron memerintahkan Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengaktifkan unit respons krisis dan memobilisasi angkatan bersenjata. Bala bantuan Uni Eropa pun berdatangan: dua pesawat Canadair dari Kroasia, dua Air Tractor dari Portugal, serta dua helikopter Black Hawk dari Ceko dan Slowakia.

Di seberang Pegunungan Pyrenees, situasinya tidak kalah parah, bahkan lebih brutal dalam beberapa ukuran. Kebakaran di Madrid dan Provinsi Ávila mendorong 60.000 orang mengungsi, sementara 20.000 lainnya diperintahkan berlindung di dalam rumah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah Spanyol menyatakan keadaan darurat nasional dan membuka pendanaan federal untuk merespons krisis ini.

Dua kebakaran besar di sekitar Madrid bergabung jadi satu kobaran tunggal. Dalam Jumat sore saja, 30 kilometer persegi habis dilalap. Presiden Regional Isabel Díaz-Ayuso menyebutnya yang terburuk dalam sejarah Madrid. Di Ávila, berjarak kurang dari dua jam ke barat laut ibu kota, api sudah melumat 90 kilometer persegi.

Prioritas utama otoritas saat ini: melindungi kota San Lorenzo de El Escorial, tempat berdirinya istana kerajaan dan biara peninggalan Philip II abad ke-16. Warisan empat abad yang kini diancam api.

"Di seluruh kota ada asap dan api, saya takut. Semuanya api dan asap, orang-orang gugup," cerita Joaquin Espinosa (33) sebelum dievakuasi dari Desa Chapinería.

Garda Sipil Spanyol menangkap seorang pria dan menyelidiki pria lain yang diduga mengoperasikan alat berat di area terlarang karena risiko kebakaran. Percikan dari alat itu dipercaya memicu kebakaran pada Kamis (23/7/2026). Italia dan Yunani masing-masing mengirimkan dua pesawat Canadair, sementara 1.000 tentara Spanyol diturunkan membantu pemadaman.

Angka kumulatif tahun ini sudah bikin geleng kepala. Menteri Transisi Ekologi Spanyol Sara Aagesen menyebut total lahan terbakar tahun ini sudah menyentuh 1.140 kilometer persegi, lebih dari lima kali lipat luas yang hangus di paruh pertama 2025. Tahun lalu sudah buruk. Tahun ini jauh lebih parah.

Musim panas 2026 datang bersamaan dengan gelombang panas yang mendorong suhu di Spanyol melewati 39 derajat celsius. Para ilmuwan iklim sudah lama memperingatkan pola ini: perubahan iklim membuat gelombang panas makin sering, makin brutal, makin lama. Eropa Selatan kini membayar tagihan itu.