Rp2,2 juta untuk 70 jam baterai. Angka itu saja sudah cukup bikin orang berhenti scroll.
Anker merilis Soundcore Space 2 ke pasar global setelah sebelumnya mencuri perhatian di MWC 2026 awal tahun ini. Dibanderol sekitar 130 dolar AS, headphone ini masuk kelas menengah, tapi spesifikasinya terasa setingkat lebih tinggi dari harganya.
Bandingkan dengan Sony WH-1000XM6 di 450 dolar atau Bose QuietComfort Ultra (Gen 2) di angka serupa. Space 2 hadir di seperempat harga itu. Agaknya Anker tahu persis segmen mana yang sedang mereka incar.
Generasi sebelumnya, Soundcore Space One yang meluncur 2023, laku tapi tidak terlalu memukau dari sisi desain maupun performa. Space 2 jelas lompatan yang terasa. Bobotnya hampir identik, 265 gram berbanding 260,6 gram, tapi tampilannya lebih ramping dan kompak. Bantalan telinga kini pakai memory foam yang lebih empuk, dan headphone ini bisa dilipat rata. Cocok untuk yang sering bepergian.
Di sektor audio, Anker mengandalkan driver 40 mm yang menghasilkan bass lebih dalam dan soundstage lebih luas. Dukungan codec LDAC memungkinkan transfer data hingga 990 kbps lewat Bluetooth 6.1, dan ini jadi nilai tambah nyata bagi pengguna Android. Pengguna iPhone? Cukup SBC dan AAC, tanpa dukungan audio USB-C.
Soal ANC, Space 2 membawa sistem adaptif empat tahap yang diklaim lebih efektif meredam frekuensi rendah ketimbang Space One, cocok untuk suara mesin pesawat atau kereta. Efektif? Ya. Setara Sony atau Bose kelas atas? Belum. Dalam pengujian di jalanan New York, masih ada kebisingan yang lolos di rentang frekuensi tertentu, sesuatu yang tidak terjadi dengan headphone ANC premium. Nilai B-plus untuk ANC, sementara pesaing premium mendapat A-plus.
Kualitas suara dari kotak langsung sudah cukup solid dengan preset Soundcore Signature, meski bassnya terasa sedikit ditekan. Fitur HearID EQ milik Anker, yang menyesuaikan profil suara berdasarkan tes pendengaran personal, benar-benar memberikan perbedaan yang terasa. Setelah kalibrasi, suara lebih seimbang dan natural. Satu catatan: mode Suara 3D di aplikasi justru memperburuk kualitas audio dan sebaiknya diabaikan sambil menunggu pembaruan firmware.
Performa panggilan suara dapat nilai B. Mikrofon berhasil meredam kebisingan latar hampir sempurna, tapi suara kita di ujung sana terdengar seperti berbicara dari balik kain tebal. Bukan deal-breaker, tapi perlu dicermati.
70 jam tanpa ANC. Angka yang tidak main-main.
Daya tahan jadi highlight terbesar: 50 jam dengan ANC aktif di level sedang, 70 jam tanpa ANC. Generasi sebelumnya hanya 55 jam. Sony WH-1000XM6? Hanya 30 jam dengan ANC aktif. Dihajar habis.
Fitur pendukung mencakup Bluetooth multipoint, sensor deteksi telinga yang otomatis menjeda musik saat headphone dilepas, dan mode AI Chat dengan wake word "Hey, Anka" untuk kontrol suara. Semuanya bisa diaktifkan lewat aplikasi Soundcore di iOS maupun Android.
Pesaing terdekat saat ini adalah Baseus Inspire XH1 di kisaran 100 dolar, yang membawa label "Sound by Bose" dan hard case, tapi tidak dilengkapi sensor deteksi telinga. Soal preferensi suara, entah kebetulan atau tidak, ini betul-betul soal selera.
Buat pengguna yang tidak ingin atau tidak bisa merogoh kocek lebih dari Rp4 juta untuk headphone, Space 2 adalah salah satu opsi paling masuk akal di 2026, terutama kalau ketemu harga promo mendekati 100 dolar.