Computex 2026 resmi ditutup 5 Juni lalu, dan ASUS agaknya jadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan sepanjang pameran berlangsung di Taipei. Dua laptop anyar mereka, Zenbook DUO UX8407AA dan Zenbook S16 OLED UM5606GA, hadir persis di momen industri sedang bergerak keras ke arah AI fisik dan produktivitas tanpa batas.
Zenbook DUO UX8407AA jadi highlight utama. Laptop ini mengusung dua layar penuh ASUS Lumina OLED dengan resolusi hingga 4K, refresh rate tinggi, dan engsel 180 derajat yang membuka opsi mode penggunaan dari laptop konvensional hingga desktop dengan layar vertikal. Bagi segmen yang selama ini mengeluhkan sempitnya ruang kerja visual di perangkat portable, ini bisa jadi jawaban yang ditunggu.
Di balik dua layarnya, Zenbook DUO ditenagai Intel Core Ultra 9 processor 386H Series 3 dan sudah tersertifikasi Copilot+ PC with Intel Inside. Artinya fitur AI terbaru Microsoft bisa berjalan lokal, tanpa bergantung koneksi internet. Memori LPDDR5X berkapasitas besar berpadu dengan SSD PCIe 5.0 memastikan perpindahan antar aplikasi di kedua layar tetap mulus, bahkan untuk beban kerja berat. Detachable keyboard tipis turut disertakan, menjaga kenyamanan mengetik tanpa mengorbankan portabilitas.
Soal daya tahan, ASUS mengklaim baterai 99Wh-nya mampu bertahan 18 jam untuk video playback dan 12 jam untuk web browsing. Berani, mengingat laptop ini memikul dua layar aktif sekaligus. Klaim yang masih perlu dibuktikan dalam pemakaian nyata, kalau separuhnya saja terbukti, Zenbook DUO sudah unggul jauh dari kompetitor di kelasnya.
Bodinya menggunakan material High-Tech Ceramic Ceraluminum, yang diklaim 30% lebih ringan dan tiga kali lebih kuat dibanding aluminum biasa. Permukaan smudge-free dan scratch-resistant jadi nilai tambah bagi profesional yang laptopnya mesti tahan banting setiap hari. Garansi tiga tahun lewat program ASUS Perfect Warranty melengkapi paket ini.
Zenbook S16 OLED UM5606GA bermain di arena yang berbeda. Laptop berlayar 16 inci ini mengusung AMD Ryzen AI 9 465 berarsitektur Zen 5 dengan NPU AMD XDNA berkemampuan 50 TOPS, mengincar pengguna yang butuh performa AI inferensi di perangkat lokal. Benchmark internal ASUS mencatat Geekbench 6 Multi Core di angka 14.366 poin dan PCMark 10 di 8.473 poin. LM Studio AI Inference untuk model GPT-OSS 20B mencapai 8,59 token per detik. Untuk laptop setebal 1,1 cm dengan bobot 1,5 kg, angka-angka itu tidak main-main.
Panel OLED-nya menanggung beban berat: cakupan warna 100% DCI-P3, tersertifikasi Pantone Validated dan DisplayHDR True Black 1000, kecerahan puncak 1.100 nits. Resolusi 2880x1800 piksel pada refresh rate 120Hz membuat tampilan konten HDR maupun animasi game terasa presisi. Enam speaker yang dikalibrasi Harman/Kardon dengan dukungan Dolby Atmos menambah dimensi audio yang kerap diabaikan vendor lain di segmen premium. Baterai 83Wh diklaim cukup untuk produktivitas seharian, didukung konektivitas USB4, HDMI 2.1, SD Card Reader, dan Wi-Fi 7.
Konteks dari Computex 2026 sendiri tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ajang bertema "AI Together" ini menarik 111.312 pembeli dan pengunjung dari 152 negara, dengan zona robotika AI yang hadir untuk pertama kalinya di TWTC Hall 1. Pasar AI fisik diproyeksikan tembus 430 miliar euro pada 2030 berdasarkan laporan Strategy& dari PwC. Dua laptop ASUS ini, dengan NPU terintegrasi dan kompatibilitas Copilot+, persis berada di garis terdepan tren itu.
Bagi investor yang mencermati saham-saham distributor IT dan elektronik di bursa domestik, agresivitas ASUS di segmen premium AI-PC ini bisa jadi sinyal awal pergeseran permintaan. Pertanyaannya: seberapa cepat pasar lokal menyerap?