RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  B50 Meluncur Juli 2026, JARR Siap Naik Kelas

Bisnis

B50 Meluncur Juli 2026, JARR Siap Naik Kelas

Pemerintah pastikan biodiesel B50 diimplementasikan mulai 1 Juli 2026 dengan potensi penghematan devisa Rp157 triliun. PT Jhonlin Agro Raya Tbk bergegas membenahi fondasi pasokan CPO internalnya.

Emiten Haji Isam bidik prospek B50, seberapa kuat fondasi pasokannya?

Satu tanggal sudah dikunci: 1 Juli 2026. Pemerintah menegaskan biodiesel B50, campuran 50% minyak sawit dan 50% solar, mulai diberlakukan pada hari itu, menggantikan B40 yang baru saja diterapkan sejak Januari 2025. Tinggal satu rapat evaluasi final yang tersisa sebelum peluit ditiup.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui uji coba berjalan lebih mulus dari yang dikhawatirkan banyak pihak. Sekitar 80-90% parameter pengujian memberi hasil positif. Dari sisi kadar air pun, kualitas B50 diklaim lebih unggul dibanding pendahulunya. "Sekitar 80-90% hasil uji coba alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final," kata Bahlil, Senin (15/6/2026).

Angka ekonomi di balik kebijakan ini memang menggoda. Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi memproyeksikan penghematan devisa hingga Rp157,28 triliun sepanjang sisa 2026, plus peningkatan nilai tambah CPO sebesar Rp24,68 triliun. Target penyaluran biodiesel direvisi naik dari 15,64 juta kiloliter menjadi 17,60 juta kiloliter setelah kebijakan baru bergulir Juli. Penyerapan tenaga kerja ditaksir menyentuh 2,2 juta orang, sementara reduksi emisi gas rumah kaca diproyeksikan mencapai 46,72 juta ton CO2.

Bak gayung bersambut, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten sawit milik Haji Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad, sudah bergerak lebih awal mengantisipasi momentum ini. Dalam materi Paparan Publik 2026 yang diserahkan ke BEI, manajemen JARR memetakan target kontribusi CPO internal naik dari 17% di 2025 menjadi 20-25% sepanjang tahun ini. Tujuannya sederhana: tekan ketergantungan pada pembelian CPO dari pihak luar agar margin biodiesel tetap terjaga ketika B50 mulai berlaku.

Realisasi kuartal pertama cukup menjanjikan. JARR mencatat kontribusi CPO internal sudah menyentuh 20%, atau sekitar 8,2 ribu ton dari total 41,1 ribu ton CPO yang diolah. Utilisasi pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari itu ditargetkan menembus 60-70% pada 2026, naik dari kondisi sebelumnya. Bukan lompatan kecil.

Ada titik yang patut dicermati: struktur pasokan JARR sangat bergantung pada pihak berelasi. Tiga pemasok utamanya, PT Kodeco Agro Jaya Mandiri, PT Multi Sarana Agro Mandiri, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), berkontribusi hingga 73,62% dari total beban pokok penjualan JARR per akhir Maret 2026. PGUN sendiri memasok seluruh produksinya sebesar 8,4 ribu ton kepada JARR di kuartal pertama.

Untuk keseluruhan 2026, PGUN membidik penjualan CPO 59,2 ribu ton di harga Rp14.500 per kilogram, ditambah Palm Kernel 11,2 ribu ton di harga Rp10.198 per kilogram. Total target penjualan PGUN mencapai Rp973,96 miliar, dengan laba diproyeksikan Rp293,15 miliar, margin 30,1%. Angka yang, jujur saja, cukup solid untuk ukuran emiten di segmen ini.

Manajemen PGUN juga menyambut positif imbauan pemerintah menaikkan harga TBS hingga 10% seiring rally harga CPO global. "Perseroan mendukung adanya rencana kenaikan harga TBS yang ditetapkan oleh pemerintah, hal tersebut seiring dengan pergerakan harga jual CPO yang semakin meningkat," kata manajemen dalam laporan Paparan Publik, Selasa (9/6). Program replanting 2 ribu hektare per tahun yang dimulai 2025 pun berjalan, dengan anggaran Rp118,6 miliar masuk dalam total capex Rp167,61 miliar tahun ini.

Pertanyaannya bukan soal apakah B50 akan jalan atau tidak, regulasinya sudah hampir beres. Pertanyaan sesungguhnya: apakah rantai pasokan JARR cukup dalam untuk menanggung lonjakan permintaan yang bakal datang bersamaan dengan implementasi Juli? Dengan tiga perempat pasokannya bersumber dari entitas berelasi, fleksibilitas JARR di pasar terbuka masih terbatas, kalau data ini bisa dipercaya.