RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BBM Subsidi Tidak Naik, Tapi Pertamax Melonjak Rp...

Bisnis

BBM Subsidi Tidak Naik, Tapi Pertamax Melonjak Rp 3.950 per Liter

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan Pertalite dan Biosolar tidak akan naik atas perintah Presiden Prabowo, sementara Pertamina secara bersamaan menaikkan harga Pertamax hingga 32% dalam sehari.

Bahlil: Perintah Presiden, LPG dan BBM Subsidi Tidak Ada Kenaikan

Pertalite tetap Rp 10.000. Biosolar tetap Rp 6.800. Pertamax? Lain cerita.

Di sela Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kenaikan untuk BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi. Bukan sekadar pernyataan menteri biasa, bukan, maksudnya, bukan sekadar inisiatif Bahlil sendiri. Ini diklaim sebagai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang turut hadir di acara tersebut.

"Untuk BBM subsidi dan elpiji subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," kata Bahlil di hadapan peserta Munas.

Tapi hampir bersamaan, Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga dua produk non-subsidi andalannya. Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, naik Rp 3.950 atau sekitar 32%. Pertamax Green 95 (RON 95) ikut terkerek, dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Masif. Dan, kalau boleh jujur, nyaris tanpa sinyal sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian. "Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," kata Roberth dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara.

Secara teknis, Bahlil tidak salah. BBM bersubsidi memang tidak naik. Yang kena tampar justru konsumen kelas menengah, mereka yang selama ini memilih Pertamax karena merasa lebih "benar" dari sisi oktan maupun lingkungan. Selisih harga Pertamax dan Pertalite kini menganga di angka Rp 6.250 per liter. Pertanyaannya, berapa banyak yang mulai melirik balik ke Pertalite?

Pertamina memastikan pasokan kedua jenis BBM tersebut tetap tersedia di seluruh jaringan SPBU. Pernyataan yang agaknya perlu disampaikan, mengingat lonjakan harga setajam ini bisa jadi mendorong pergeseran konsumsi yang tidak kecil.

Di forum yang sama, Bahlil menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sambil bercanda, ia meminta agar singkatan itu jangan dipelintir jadi "Mas Bahlil Ganteng". "Saya mau sampaikan bahwa jangan dipelintir. MBG itulah Makanan Bergizi, apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali," ujarnya. Di balik candaan itu, Bahlil menyebut MBG sebagai program mulia, seraya mengajak peserta Hipmi untuk menyempurnakan kekurangannya bersama, bukan saling menyalahkan.