Badan Pusat Statistik dan PT Pos Indonesia resmi memperluas kerja sama strategis mereka, ditandai penerbitan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026. Pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan sensus ekonomi di Indonesia. Belum pernah ada sebelumnya.
Peluncuran digelar bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua institusi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan SE2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Direktur PT Pos Indonesia Daud Joseph menyerahkan sampul tersebut langsung kepada Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi.
Bagi Amalia, benda itu bukan sekadar koleksi filateli. "Ini adalah simbol persahabatan, dukungan, dan komitmen bersama untuk menyukseskan hajat besar kita bersama, yaitu Sensus Ekonomi 2026," katanya. Daud senada. "Ini akan menjadi jejak untuk anak cucu kita atas sejarah yang saat ini sedang terjadi. Ini adalah bukti sumbangsih kita kepada bangsa dan negara," ujar Daud.
Di balik simbolisme itu, ada substansi yang lebih konkret. MoU kali ini memperluas cakupan kolaborasi yang selama ini sudah berjalan dalam penyediaan data logistik dan arus perdagangan barang internasional. Penguatan utamanya ada pada mekanisme pertukaran data lewat Application Programming Interface, yang memungkinkan aliran data berlangsung otomatis dan terintegrasi di kedua arah. Bukan hanya Pos Indonesia yang mengirim data ke BPS secara periodik, tapi arus balik juga terbuka. "Begitu BPS merilis data dan statistik terkini, akan mengalir pula datanya ke PT Pos Indonesia," kata Amalia.
Sektor logistik dan jasa kurir memang bukan pemain pinggiran dalam kalkulasi ekonomi nasional. Pertumbuhannya yang konsisten, didorong lonjakan e-commerce dan pergeseran pola konsumsi pascapandemi, membuat data pergerakan barang dari Pos Indonesia makin relevan sebagai cermin aktivitas ekonomi riil yang terekam dalam penghitungan PDB. Bak gayung bersambut: BPS butuh data, Pos punya data.
Dukungan Pos Indonesia untuk SE2026 tidak berhenti di sampul dan data. Perusahaan ini juga menyiapkan layanan Pospay Payroll beserta ekosistemnya, Pos Asuransi, solusi logistik terintegrasi, hingga penyediaan meterai untuk kebutuhan operasional sensus.
SE2026 sendiri salah satu kegiatan statistik terbesar yang pernah digelar di Indonesia, dengan cakupan hingga tingkat kabupaten dan kota. Data yang dihasilkan diproyeksikan jadi fondasi penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih presisi, sekaligus referensi bagi pelaku usaha dalam pengambilan keputusan. Pertanyaan yang relevan buat investor: seberapa jauh kualitas data SE2026 akan mengubah peta kebijakan sektoral? Jawabannya baru terlihat setelah sensus benar-benar rampung, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya.