RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Bug Baterai iPhone 17 Series: Mati Total, Susah Hi...

Tekno

Bug Baterai iPhone 17 Series: Mati Total, Susah Hidup Lagi , Ini yang Perlu Dilakukan

Pengguna iPhone 17 series dan iPhone Air ramai melaporkan bug yang bikin perangkat tidak bisa menyala kembali setelah baterai habis. Apple masih diam, tapi solusi sementara sudah ditemukan.

Bukan sekadar rewel biasa.

Sejumlah pemilik iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air menghadapi skenario yang cukup bikin panik: ponsel mati karena baterai habis, lalu tidak mau hidup lagi meski sudah dicolok charger. Laporan demi laporan mengalir di forum Reddit selama beberapa bulan terakhir, dan jumlahnya terus bertambah.

Laporan awal datang dari pengguna iPhone 17 Pro Max yang mengaku perangkatnya shutdown saat indikator baterai masih di angka 1 persen. Dicolok ke charger, layar tetap gelap. Tidak ada logo Apple, tidak ada tanda kehidupan. Keluhan serupa kemudian merambat ke model lain, bukan cuma varian Pro.

Benjamin Mayo dari 9to5Mac mengonfirmasi langsung. iPhone Air miliknya mati di malam hari dan tidak mau menyala seperti biasa saat diisi daya keesokan paginya. Force restart tidak mempan. Ganti kabel USB-C pun nihil hasilnya. Mayo bahkan mencoba menghubungkan perangkat ke Mac, tapi iPhone Air itu tidak muncul sama sekali di Finder.

Pola kejadiannya tidak seragam. Ada yang mengalaminya sekali dan tidak pernah lagi, ada yang berulang kali. Sebagian laporan menyebut bug terpicu bahkan sebelum baterai menyentuh angka nol. Masalah ini jelas tidak menimpa semua pengguna, tapi kalau data ini bisa dipercaya, volumenya sudah cukup untuk bikin Apple tidak bisa terus pura-pura tuli.

Sampai artikel ini ditulis, Apple belum buka suara.

Solusi yang dikonfirmasi berhasil, dan agaknya mengejutkan, ternyata sederhana: jangan pakai charger kabel saat ponsel benar-benar mati total. Gunakan MagSafe atau wireless charger Qi, lalu tunggu 15 sampai 20 menit. Perangkat dilaporkan bisa boot sendiri setelah mendapat daya lewat jalur nirkabel. Yang menarik, prosedur ini ternyata juga dipakai oleh teknisi di Apple Store sendiri, menurut kesaksian seorang pengguna Reddit yang membawa unitnya ke gerai resmi. Setelah iPhone berhasil menyala, pengisian via kabel bisa dilanjutkan seperti biasa.

Bagi yang tidak punya wireless charger, ada jalan lain. Adaptor berdaya tinggi, seperti charger MacBook 61W atau adaptor pihak ketiga minimal 65W, dilaporkan mampu memicu sistem untuk hidup lebih cepat ketimbang charger kabel standar. Pengguna yang hanya mengandalkan charger kabel biasa mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum logo Apple akhirnya muncul. Berjam-jam. Untuk sekadar booting.

Lantas apa yang sebenarnya salah?

Belum ada jawaban pasti. Teori yang paling banyak beredar mengarah ke firmware baterai: sistem diduga membutuhkan ambang batas tegangan minimum sebelum bisa menginstruksikan perangkat untuk reboot. Baterai yang benar-benar kosong butuh waktu lebih lama mencapai ambang itu via kabel, sementara pengisian nirkabel dinilai lebih konsisten menyuplai daya awal pada kondisi kritis. Teori lain menyebut kemungkinan bug di level iOS, kalibrasi baterai yang meleset, atau gangguan pada deteksi arus masuk lewat port USB-C.

Apple bisa saja tengah menyelidiki diam-diam. Kalau penyebabnya memang di level software, pembaruan iOS adalah skenario paling logis, dan bisa datang kapan saja. Sambil menunggu, pengguna iPhone 17 series sebaiknya mulai membiasakan diri tidak membiarkan baterai terkuras sampai benar-benar nol, kebiasaan yang sebenarnya memang baik untuk kesehatan baterai jangka panjang.