RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BUMI Melesat 22% Sepekan, Proyek Emas Australia Ja...

Bisnis

BUMI Melesat 22% Sepekan, Proyek Emas Australia Jadi Pemantik

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 22,82% dalam sepekan terakhir, ditopang akselerasi proyek tambang emas Mt. Carlton di Queensland dan sentimen positif keputusan BI menahan suku bunga.

Awal siklus bull market baru untuk saham-saham sektor tambang emas. Rasio antara indeks saham perusahaan tambang emas terhadap harga emas (Gold Miners -to-Gold Ratio) dari tahun 2002 hingga Juli 2025

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sedang dalam mode terbang. Selama sepekan terakhir, saham milik Grup Bakrie dan Grup Salim ini menguat 22,82%, dengan lonjakan intraday sempat menyentuh 16% dalam satu sesi. Kamis (23/7), BUMI ditutup melesat 8,93%, meski IHSG justru tergelincir 19,16 poin ke level 6.315.

Katalis terbaru datang dari lini bisnis yang mungkin tidak langsung diasosiasikan orang dengan BUMI: proyek emas. Wolfram Limited, entitas di bawah BUMI, mempercepat pengembangan proyek tambang emas, perak, dan tembaga Mt. Carlton di Queensland, Australia. Yang membuat pasar bereaksi adalah keputusan manajemen untuk mulai masuk ke penambangan bawah tanah di area A39, zona yang diketahui memiliki kandungan bijih berkadar tinggi. Bukan langkah kecil.

Bagi pelaku pasar yang sudah lama memantau BUMI, narasi diversifikasi ke logam mulia ini bak angin segar. Batu bara tetap jadi tulang punggung bisnis, tapi konflik AS-Iran yang terus memanas mendorong harga minyak naik, dan efek rambatannya ke sektor energi ikut mengangkat sentimen. Sektor energi tercatat menguat 1,52% pada sesi Kamis, masuk tiga besar penguatan harian.

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2026 juga memberi kelegaan. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kebijakan itu cukup untuk menjaga stabilitas makroekonomi, meski bank sentral mengakui masih mencermati ketidakpastian geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Rupiah yang terjaga stabil, agaknya, ikut membuat investor berani masuk ke saham-saham komoditas berdenominasi dolar.

BUMI bukan satu-satunya yang ketiban untung. PT Darma Henwa Tbk (DEWA), kontraktor tambang yang bisnisnya berkaitan erat dengan ekosistem batu bara, ikut melesat 7,27% di hari yang sama. Keduanya kompak nongkrong di jajaran top gainers ketika IHSG sedang tidak baik-baik saja.

Total nilai transaksi bursa Kamis menembus Rp23,8 triliun. Sebanyak 343 saham naik, 309 turun. Sektor properti memimpin penguatan harian dengan 3,13%, sementara keuangan dan perindustrian jadi pemberat.

Apakah reli BUMI masih punya bensin? Dengan Mt. Carlton yang bergerak lebih cepat dari jadwal dan sentimen komoditas yang belum sepenuhnya surut, bisa jadi katalis belum habis. Tapi investor ritel yang masuk setelah reli 22% sepekan patut kalkulasi ulang risk-reward-nya. Entah kebetulan atau tidak, pola ini cukup familiar bagi veteran pasar komoditas.