RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BYD M6 DM Masuk Indonesia: PHEV Pertama yang Diran...

Bisnis

BYD M6 DM Masuk Indonesia: PHEV Pertama yang Dirancang untuk Hajaran Harga BBM

Di tengah kenaikan harga Pertamax lebih dari 32%, BYD Indonesia meluncurkan M6 DM sebagai PHEV perdananya dengan klaim efisiensi 65 km per liter dan harga mulai Rp298 juta.

Harga BBM Naik, BYD Tawarkan Solusi Lewat Model M6 DM

Pertamax sudah Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 menyentuh Rp17.000, naik masing-masing dari Rp12.300 dan Rp12.900 sebelum 10 Juni 2026. Lonjakan lebih dari 32% ini agaknya jadi panggung yang paling pas bagi BYD Indonesia untuk memperkenalkan senjata barunya: M6 DM, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama mereka di pasar lokal.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao tak memungkiri soal timing. "Di tengah dinamika harga energi yang terus berkembang, kami melihat kebutuhan akan solusi mobilitas nasional yang tidak hanya nyaman dan fleksibel, tapi juga dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi biaya bahan bakar dalam penggunaan kendaraan sehari-hari," ujarnya. Dari sisi teknis, BYD mengklaim M6 DM mampu menorehkan konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter, dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.800 kilometer per pengisian penuh.

Angka yang berani. Kalau terbukti di jalan Indonesia, ini bukan sekadar klaim marketing.

Jantung pacu M6 DM adalah mesin bensin 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm, dikawinkan dengan motor listrik EHS 5.0 berkemampuan 15.000 rpm. Teknologi dual mode (DM) milik BYD memungkinkan perpindahan tiga mode berkendara, yaitu EV murni, series, dan paralel, yang diklaim berjalan mulus tanpa hentakan. Sistem kontrolnya terintegrasi dalam platform 7-in-1, dengan peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146% dibanding generasi sebelumnya. Efisiensi termal mesinnya disebut mencapai 46%, angka yang bahkan menandingi sejumlah mesin diesel modern.

Dua lini besar. Begitu Operation Director BYD Indonesia Nathan Sun merangkum struktur varian M6 DM: Classic dan Cross.

Lini Classic menyasar konsumen yang mengutamakan kesederhanaan dan efisiensi biaya. Dua variannya, Standard dan Dynamic, mengusung ban 225/60 R16 dan baterai 7,4 kWh. DC fast charging tidak tersedia di sini, tapi untuk kebutuhan harian yang tidak terlalu bergantung pada pengisian cepat, bisa jadi ini sudah lebih dari cukup. Varian Standard hadir dengan Cruise Control dan Rear View Camera, sementara Dynamic menambahkan 6 airbag, Around View Monitor 360 derajat, dan spion lipat elektrik.

Lini Cross tampil lebih ambisius. Roof rail, velg 17 inci, aksen chrome hitam di grille, dan kapasitas baterai 18,3 kWh menjadi pembeda utama. "Baterainya 18,3 kWh jarak tempuh sampai 110 kilometer. Kalau digunakan di kota sehari sudah cukup ya," kata Nathan Sun saat peluncuran di Plataran Hutan Kota, Jakarta, Jumat (12/6/2026). DC Charging 26 kW juga tersedia. Tiga varian Cross, Advanced, Superior, hingga Superior Captain, menawarkan eskalasi fitur bertahap: ADAS, Electric Opening Trunk, Wireless Charging, Panoramic Roof, hingga konfigurasi captain seat 6 penumpang di kasta teratas.

Seluruh varian mengandalkan Blade Battery, teknologi baterai ikonik BYD yang sudah teruji di pasar global.

Harga dipatok mulai Rp298 juta untuk varian Standard, naik ke Dynamic (Rp318 juta), Advanced (Rp360 juta), Superior (Rp380 juta), dan Superior Captain di posisi tertinggi Rp390 juta, semuanya OTR Jakarta. Dengan rentang harga itu, BYD jelas membidik keluarga kelas menengah yang mulai jengah dengan tagihan BBM bulanan, sekaligus mengincar wilayah non-perkotaan yang butuh jangkauan jauh tanpa infrastruktur pengisian daya yang memadai.

Pertanyaannya sederhana: apakah semua klaim ini bisa diverifikasi di kondisi jalan Indonesia yang sesungguhnya? Jawabannya baru akan ketahuan beberapa bulan ke depan, setidaknya itu yang bisa kita tunggu.