RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BYD M6 DM Resmi Meluncur, MPV PHEV di Bawah Rp 300...

Bisnis

BYD M6 DM Resmi Meluncur, MPV PHEV di Bawah Rp 300 Juta Guncang Pasar

PT BYD Motor Indonesia merilis M6 DM dengan harga mulai Rp 298 juta, jauh di bawah ekspektasi pasar untuk segmen PHEV. Innova Zenix HEV pun langsung terancam.

Harga BYD M6 Bekas, Berapa Pasarannya Sekarang?

PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan M6 DM, varian plug-in hybrid dari MPV andalannya, dengan harga pembuka Rp 298 juta OTR DKI Jakarta. Bukan salah ketik. Untuk sebuah PHEV berteknologi mutakhir di segmen medium MPV, banderol itu terasa seperti pukulan telak ke muka pasar otomotif nasional.

Peluncuran berlangsung di Hutan Kota by Plataran GBK, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026). President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao membuka sesi konferensi pers dengan satu fakta sederhana: lebih dari 30 persen kendaraan yang terjual di Indonesia adalah MPV. Dengan M6 EV yang sudah menembus 21 ribu unit di garasi konsumen, BYD agaknya menilai momentum sudah cukup matang untuk menyodorkan varian hybrid-nya.

Lima varian ditawarkan sekaligus. Classic Standard dibuka di Rp 298 juta, Classic Dynamic Rp 318 juta, Cross Advanced Rp 360 juta, Cross Superior Rp 380 juta, dan Cross Superior Captain di angka tertinggi Rp 390 juta. Semua masih di bawah Rp 400 juta, batas psikologis yang dipilih dengan sangat sadar oleh tim strategi BYD.

Bagaimana bisa? Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyebutnya "manifestasi dari vertical integration", eh, maksudnya: strategi rantai pasok mandiri yang membuat BYD tidak bergantung pada pemasok komponen pihak ketiga. "BYD kan sudah bermain industri Dual Mode sudah lama, puluhan tahun. Ini juga hasil research atas kemampuan dan kapasitas kita dari sisi produksi, sehingga menyebabkan kita mampu mencapai level itu," jelas Luther.

Dari sisi teknis, M6 DM mengusung sistem DM 5.0 berbasis DM-i yang berfokus pada efisiensi. Mesin 1.5 liter konvensional bertenaga 74 kW dan torsi 126 Nm bekerja bersama motor listrik utama berkekuatan 120 kW dan torsi 210 Nm. Teknologi DM sendiri bukan barang kemarin sore bagi BYD, pertama kali diperkenalkan pada 2008 lewat model F3 DM. Yang bikin M6 DM versi terbaru ini menarik adalah klaim konsumsi BBM rata-rata hingga 65 km per liter. Angka yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, karena kondisi aktual di jalan Indonesia bisa sangat berbeda dari pengujian laboratorium.

Dalam mode perkotaan, pengemudi bisa memaksimalkan penggerak listrik penuh. Untuk perjalanan jarak jauh, mesin bensin masuk sebagai pendukung sekaligus pengisi daya Blade Battery yang sudah menjadi ciri khas lini produk BYD.

Nah, di sinilah gambaran besarnya menjadi menarik. Toyota Kijang Innova Zenix HEV, sang incumbent di segmen MPV elektrifikasi, dibanderol mulai Rp 478,3 juta untuk varian terendahnya. Artinya, bahkan varian tertinggi M6 DM, Cross Superior Captain seharga Rp 390 juta, masih Rp 88,3 juta lebih murah dibanding entry-level Zenix Hybrid. Kalau diperbandingkan varian paling atas keduanya, selisihnya membengkak hingga Rp 239,8 juta. Setara harga satu unit Low MPV baru.

BYD jelas membidik konsumen yang selama ini terjepit di antara dua pilihan tidak nyaman: bertahan di Low MPV konvensional, atau meloncat jauh ke segmen premium yang berat di kantong. M6 DM mencoba mengisi celah itu. Pertanyaannya, berapa lama celah itu bisa dipertahankan sebelum kompetitor ikut bermain?

Konteks pasar bekasnya pun relevan. M6 EV yang sudah lebih dulu beredar terbukti menjaga nilai jual cukup solid: unit 2024 dengan odometer 15.000 km masih diperdagangkan di kisaran Rp 330 juta, sedangkan versi 2025 bertengger di Rp 343 jutaan. Sinyal awal bahwa kepercayaan pasar terhadap BYD di Indonesia mulai terbangun. Meski Toyota, dengan jaringan purnajual dan nama Kijang yang sudah berdekade-dekade, tidak akan angkat tangan begitu saja.