Robinhood punya pesaing baru yang datang dari arah tak terduga.
Coinbase, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat, resmi membuka layanan perdagangan saham dan exchange-traded fund (ETF) untuk seluruh penggunanya di AS. Bukan eksperimen. Ini ekspansi serius yang langsung menyasar ceruk yang selama ini dikuasai Robinhood: investor ritel yang ingin akses pasar modal tanpa digerus komisi.
Layanan baru ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual saham serta ETF yang terdaftar di bursa AS, semuanya dalam satu antarmuka yang sama persis dengan yang mereka pakai untuk transaksi kripto. Coinbase menyebutnya sebagai langkah menuju "everything exchange", visi besar perusahaan untuk tidak lagi eksklusif pada aset digital.
Bukan main.
24 jam sehari, lima hari kerja. Nol komisi. Dua proposisi yang, bagi investor ritel Amerika, terdengar sangat familier karena itulah persis yang dulu bikin Robinhood meledak.
Pertanyaannya: apakah basis pengguna kripto Coinbase akan cukup loyal untuk ikut bermigrasi ke ekuitas, atau justru ini langkah defensif karena pasar kripto kian sesak pemain?
Yang jelas, CoinDesk melaporkan pengumuman ini pada 24 Februari 2026. Coinbase agaknya memilih momentum yang tidak sembarangan. Sentimen terhadap aset kripto sedang dalam fase yang relatif konstruktif, dan memperluas layanan ke saham konvensional bisa jadi cara untuk menahan pengguna yang mulai lirik-lirik platform lain.
Bagi Robinhood, ini sinyal yang perlu dicermati. Coinbase datang bukan dengan fitur tambahan, tapi dengan proposisi yang hampir identik, ditambah ekosistem kripto yang sudah matang sebagai nilai lebih.
Dua platform, dua DNA berbeda, satu arena yang sama.