RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Dari Jangkung ke Pendek: Samsung Taruhkan Segalany...

Tekno

Dari Jangkung ke Pendek: Samsung Taruhkan Segalanya di Z Fold8 Berdesain Paspor

Galaxy Unpacked 2026 di London jadi panggung Samsung memperkenalkan tiga ponsel lipat sekaligus, dengan Z Fold8 sebagai yang paling mengejutkan berkat desain passport-style yang membalik pakem tujuh tahun terakhir.

Galaxy Z Flip8 Telah Resmi Luncur, Apa Bedanya dengan Z Flip7?

Tiga ponsel lipat, satu panggung, satu malam.

Di Old Billingsgate, London, Rabu (22/7/2026), Samsung meresmikan Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8 dalam acara Galaxy Unpacked 2026 yang disaksikan langsung jurnalis dari puluhan negara.

Dari ketiga perangkat itu, Galaxy Z Fold8 yang paling banyak bikin kepala menoleh. Samsung membuang pakem lama, dan membuangnya jauh-jauh. Selama tujuh tahun, Galaxy Z Fold identik dengan bodi jangkung dan ramping, seperti smartphone konvensional yang dilipat ke dalam. Kali ini Samsung membalik arah secara harfiah: Z Fold8 hadir lebih pendek, lebih lebar, dengan proporsi yang menyerupai paspor. Dimensinya 81,9 x 123,9 x 9,7 mm saat dilipat, membentang jadi 161,4 x 123,9 x 4,5 mm saat dibuka.

Form factor baru ini membawa implikasi nyata pada pengalaman layar. Cover screen 5,5 inci kini hadir dengan rasio 10:16, nyaris identik dengan format vertikal 9:16 yang jadi standar TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 ketika dibuka terasa lebih seperti tablet ringkas. Channel Marketing Samsung Hannah Trott menjelaskan soal rasio 4:3 di atas panggung: dalam orientasi potret, perangkat menawarkan pengalaman membaca yang lebih alami, "layaknya membaca buku atau majalah."

Layar utama Z Fold8 mengusung Dynamic AMOLED 2X, resolusi 1.848 x 2.448 piksel, kecerahan puncak 3.000 nits. Samsung juga memperkenalkan teknologi Flex Titanium, gabungan titanium-alloy film dan titanium plate yang diklaim punya kekakuan mekanis 20 kali lebih tinggi dibanding film polimer konvensional. Hasilnya, crease atau bekas lipatan di layar bagian dalam terlihat lebih samar. Bukan hilang sepenuhnya. Tapi agaknya sudah cukup untuk meredakan keluhan pengguna lama.

Soal bobot: 201 gram. Lebih ringan 14 gram dari Z Fold7 dan bahkan lebih enteng dari Galaxy S26 Ultra di angka 214 gram. Untuk kelas ponsel lipat, itu pencapaian yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Performa ditopang Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, chipset yang sama persis dengan Galaxy S26 Ultra, dengan dua inti Oryon Gen 3 berkecepatan hingga 4,74 GHz. RAM tersedia hingga 16 GB, storage sampai 1 TB. Di sektor baterai, Z Fold8 membawa dua lompatan sekaligus: kapasitas naik dari 4.400 mAh ke 4.800 mAh, dan Samsung untuk pertama kalinya memakai teknologi Silicon-Carbon (Si/C). Baterai jenis ini punya kepadatan energi lebih tinggi dibanding lithium-polymer konvensional, memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa menambah ketebalan secara berarti. Fast charging 45 watt mengisi dari 0 ke 65 persen dalam sekitar 35 menit.

Fitur kamera yang mencuri perhatian adalah My Fancam. Pengguna bisa merekam video group atau kerumunan, lalu Galaxy AI mendeteksi wajah-wajah di dalam rekaman dan memungkinkan pemilihan satu subjek sebagai fokus utama secara otomatis. Output bisa langsung disesuaikan ke rasio 9:16 untuk konten media sosial. Entah kebetulan atau tidak, fitur ini sangat klop dengan kebiasaan konten kreator Indonesia yang gemar merekam konser atau acara ramai.

Satu tingkat di atas, Galaxy Z Fold8 Ultra debut sebagai ponsel lipat Samsung pertama yang menyandang label "Ultra". Bukan main tipis: hanya 4,1 mm saat dibuka, dengan bobot 215 gram. Chipset-nya serupa, Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, tapi dipasangkan kamera utama 200 MP yang kini mendukung HDR bahkan di mode resolusi penuh. Layar utamanya Dynamic AMOLED 2X berukuran 8 inci dengan kecerahan 3.000 nits. Harga mulai Rp32.499.000 untuk varian 12 GB/256 GB, naik ke Rp44.499.000 untuk konfigurasi teratas 16 GB/1 TB.

Adapun Galaxy Z Flip8 hadir dengan penyempurnaan yang lebih incremental. Engsel lebih ramping memangkas ketebalan saat dilipat dari 13,7 mm ke 13,2 mm. Chipset Exynos 2600 diperkirakan mendongkrak efisiensi baterai 10-15 persen tanpa mengubah kapasitas 4.300 mAh. Fitur Galaxy AI seperti Now Brief, Now Bar, Live Translate, dan Circle to Search turut hadir melengkapi pengalaman sehari-hari.

Semua perangkat berjalan di Android 17 dengan antarmuka One UI 9. Pre-order Galaxy Z Fold8 di Indonesia dibuka mulai 22 Juli 2026 pukul 20.00 WIB hingga 13 Agustus 2026, dengan bonus senilai total hingga Rp9 juta selama periode tersebut. Tersedia dalam warna Lavender, Cream, Graphite, plus Pistachio eksklusif online.

Pertanyaannya sederhana: apakah perubahan radikal pada bentuk ini cukup untuk menarik pengguna baru, atau justru mengusik mereka yang sudah nyaman dengan format Z Fold generasi lama? Pasar, kalau data ini bisa dipercaya, akan menjawab dalam beberapa bulan ke depan.