Dua kuartal lalu, smartphone seharga Rp1,5 juta masih identik dengan layar buram dan RAM yang ngos-ngosan buka dua aplikasi sekaligus. Sekarang? Gambaran itu sudah kadaluarsa.
Segmen entry-level kini jadi medan perang yang sungguh riuh. Xiaomi, Tecno, Samsung, semuanya berlomba memasukkan fitur yang setahun lalu hanya ada di kelas menengah: layar refresh rate 90Hz hingga 120Hz, baterai jumbo, NFC, bahkan kamera beresolusi tinggi. Konsumen dengan budget terbatas agaknya sedang berada di posisi yang paling enak dalam setengah dekade terakhir.
Di kisaran Rp1,5 jutaan, tiga nama paling konsisten masuk radar. Xiaomi Redmi 14C dan 15C mempertahankan dominasi lini seri C dengan desain bodi belakang bermotif lingkaran yang cukup segar untuk kelasnya, ditambah layar luas dan kapasitas memori yang tidak pelit. Tecno Spark 30C dan Spark 40 Series mengambil jalur berbeda: mengedepankan pengalaman visual dan audio di atas rata-rata, strategi yang terbukti efektif menarik segmen anak muda. Samsung Galaxy A06 dan A07 bermain di kartu keamanan jangka panjang. Antarmuka familiar, dukungan software terjaga, nama besar yang masih punya bobot di kalangan konsumen konservatif.
Naik kelas ke Rp5 jutaan, intensitas persaingannya berbeda lagi. Bukan main.
POCO X8 Pro muncul sebagai kandidat kuat. Ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500-Ultra yang diklaim membawa peningkatan performa GPU hingga 25% dibanding generasi sebelumnya, setidaknya itu klaim POCO, dan angkanya menarik untuk dicermati walau belum terbukti di pemakaian nyata. Sistem pendinginan 3D Dual-layer IceLoop dan fitur WildBoost Optimization dirancang khusus meminimalkan frame drop saat gaming sesi panjang. Layarnya panel AMOLED 6,59 inci beresolusi 1,5K, refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 3.500 nits. Baterainya silikon-karbon 6.500 mAh dengan pengisian 100W HyperCharge plus reverse charging 27W, cukup untuk difungsikan sebagai powerbank darurat. Sertifikasi ketahanan air IP66 hingga IP69K menjadi pelengkap paket yang terasa overspeked untuk segmen Rp5 juta.
Alternatifnya, Infinix Note 60 Pro 5G. Snapdragon 7s Gen 4 jadi otaknya, sudah mendukung konektivitas 5G, dipasangkan layar AMOLED 6,78 inci resolusi 1,5K Ultra HDR. Refresh rate-nya 144Hz, tertinggi di kelasnya sejauh ini. Bukan pilihan yang bisa diabaikan begitu saja.
Pertanyaannya bukan lagi soal apakah smartphone murah layak dibeli. Pertanyaan yang lebih relevan: segmen mana yang paling masuk akal untuk kebutuhanmu? Kalau pemakaian sehari-hari cukup dengan media sosial dan streaming, Rp1,5 juta sudah lebih dari cukup. Tapi kalau gaming dan kamera jadi prioritas, menambah budget ke kisaran Rp5 juta membuka gap spesifikasi yang cukup lebar untuk terasa bedanya di tangan.