Sebelum satu unit pun terparkir di showroom, DFSK E5 Plus sudah dipesan 1.100 kali. Bukan angka kecil untuk segmen kendaraan elektrifikasi yang di Indonesia masih terhitung ceruk.
PT Sokonindo Automobile secara resmi memperkenalkan E5 Plus pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (22/7/2026), dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp550 juta. SUV plug-in hybrid enam penumpang ini menjadi amunisi baru DFSK untuk merebut segmen pembeli yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan fleksibilitas perjalanan jauh.
Jarak tempuh jadi senjata utamanya. Berdasarkan standar NEDC, E5 Plus diklaim mampu menempuh hingga 1.400 kilometer dengan kombinasi motor listrik dan mesin konvensional, sementara jarak tempuh listrik murninya mencapai 140 kilometer. Kalau angka itu terbukti di kondisi jalan Indonesia, ini bisa jadi argumen kuat bagi konsumen yang selama ini ragu beralih ke kendaraan elektrifikasi karena khawatir kehabisan daya.
Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile Franz Wang, dalam keterangan resmi, mengaitkan capaian pre-booking itu dengan pergeseran selera pasar. "Pencapaian 1.100 pre-booking bahkan sebelum peluncuran resmi menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi yang mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas," ujarnya.
Masa pre-booking dibuka sejak 23 Juni hingga 28 Juli 2026, cukup dengan booking fee Rp5.000. DFSK juga menawarkan total benefit bagi pemesan awal yang diklaim mencapai Rp60 juta. Pintu masuk yang nyaris tanpa gesekan ini agaknya jitu untuk mengukur minat pasar sekaligus membangun antrean sebelum unit tersedia.
Pertanyaannya, siapa yang antre? Dari masukan yang masuk selama periode pre-booking, profil target pasarnya terbaca cukup jelas. Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin menyebut fitur yang paling banyak ditanyakan calon pembeli antara lain teknologi plug-in hybrid, kabin tiga baris, rear entertainment, serta ventilated seat hingga baris kedua. "Konsumen kini menginginkan kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman untuk seluruh anggota keluarga serta mampu mendukung berbagai aktivitas," kata Rifin. Ini bukan pembeli yang tergiur gimmick ramah lingkungan semata, melainkan keluarga yang butuh kendaraan benar-benar fungsional.
Indonesia bukan pasar percobaan untuk E5 Plus. Model ini lebih dulu diperkenalkan di sejumlah negara, termasuk versi setir kanan di Hong Kong pada Juni lalu, sebelum mendarat di sini sebagai salah satu pasar strategis DFSK di Asia Tenggara.
CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menegaskan komitmen perusahaan tidak berhenti di peluncuran produk. "PT Sokonindo akan terus berkomitmen untuk melakukan proses investasi, transfer of technology dan memberikan inovasi baru bagi kendaraan yang akan kita launching di Indonesia," ujarnya di Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2026). Soal ekosistem purnajual, jaringan servis, dan ketersediaan suku cadang juga sudah diklaim disiapkan. Klaim yang, seperti biasa, baru bisa dinilai seiring bertambahnya pengguna di lapangan.
Di segmen SUV PHEV harga setengah miliar, persaingan mulai menghangat. Bisa jadi 1.100 pre-booking itu baru pemanasan.