Belum genap seminggu Luna Ultra resmi dijual di Indonesia, perseteruan hukum antara Insta360 dan rival terberatnya, DJI, sudah mendidih di pengadilan Amerika Serikat. DJI melayangkan dua gugatan sekaligus terhadap Insta360 pada 11 Juni 2026, hanya berselang beberapa hari setelah Luna Ultra diumumkan sebagai penantang langsung lini Osmo Pocket.
Gugatan pertama menyasar pelanggaran dua paten desain. DJI mengklaim sejumlah elemen fisik Luna Ultra meniru estetika Osmo Pocket secara spesifik: bentuk bodi, struktur leher penghubung antara bodi dan lengan gimbal, roda kontrol, tombol perekaman, hingga layar yang bisa diputar. Gugatan kedua mengincar empat paten utilitas yang mencakup teknologi pelacakan objek real-time, sistem kendali gimbal satu tombol, hingga kemudi motor gimbal berbasis citra. Kalau dua-duanya dikabulkan, DJI berpotensi menghentikan total penjualan seluruh lini Luna di pasar AS, sekaligus menuntut royalti dan pengembalian keuntungan dari penjualan yang sudah terjadi.
Insta360 tidak menelan begitu saja. Perusahaan asal Tiongkok itu segera melayangkan gugatan balasan dengan menuding DJI justru melanggar lima paten miliknya, mencakup sistem stabilisasi gimbal, kontrol arah, tampilan data telemetri, hingga stabilisasi video panorama. Gugatan balik itu menyeret sejumlah produk DJI sekaligus: Osmo Pocket, Ronin, Osmo Mobile, dan Osmo 360. Insta360 juga berargumen bahwa teknologi inti Luna Ultra bukan barang baru, melainkan sudah dikembangkan lebih dulu dalam webcam seri Link dan gimbal seri Flow.
Ada lapisan ironi yang cukup tebal di sini. DJI memilih pengadilan AS sebagai arena pertarungan, padahal posisi mereka di pasar Amerika sendiri sedang terjepit. Sejak Desember 2025, DJI masuk ke dalam "Covered List" milik FCC, yang secara praktis membatasi persetujuan dan pemasaran produk baru mereka di AS. Kabarnya DJI mencoba memutar strategi dengan meluncurkan produk kamera di bawah merek baru bernama Xtra. Kemenangan gugatan terhadap Insta360, kalau berhasil, agaknya akan menjadi kartu strategis yang cukup berharga bagi DJI yang tengah dihimpit tekanan regulasi.
Rp13.999.000 untuk Standard Bundle, Rp17.799.000 untuk Creator Bundle. Bukan harga yang ringan. Luna Ultra mulai tersedia di Indonesia sejak 15 Juni 2026, dengan Creator Bundle yang sudah menyertakan Insta360 Mic Pro Transmitter, Wide-Angle Lens, Battery Handle, dan Carry Bag. Insta360 juga membuka pop-up booth di Central Park Mall Ground Floor hingga 21 Juni 2026 agar calon pembeli bisa mencoba langsung sebelum merogoh kocek.
Spesifikasinya memang tidak main-main. Luna Ultra hadir dengan dua kamera berlabel Leica: kamera utama mengusung lensa Summicron dengan apertur f/1.8 dan sensor 1 inci generasi terbaru yang sanggup merekam video 8K Dolby Vision, plus mode slow motion 4K 120fps. Kamera keduanya adalah telefoto dengan apertur f/2.0 dan sensor 1/1.3 inci, mendukung 6x lossless zoom dan 12x zoom total yang mencakup lima focal length mulai dari 20mm hingga 240mm. Bukan angka kecil untuk kamera seharga itu.
Untuk foto diam, Luna Ultra mengklaim kemampuan panorama hingga 200 megapiksel dan mode UltraPhoto 37MP. Tersedia tiga profil warna Leica dan enam profil sinematik untuk menyesuaikan estetika visual. Bobotnya sendiri hanya 235 gram, berkat sistem stabilisasi mekanis tiga sumbu yang dikombinasikan dengan EIS.
Fitur paling mencolok mungkin layar OLED 2 inci yang bisa dilepas, lalu difungsikan sebagai remote control nirkabel dari jarak hingga 20 meter. Bisa jadi ini yang paling sering dijadikan bahan demo di booth Central Park. Di balik layar, Triple AI Chipset, satu chipset flagship 4nm plus dua imaging chip khusus, menangani pemrosesan gambar dan fitur PureVideo 4K60fps untuk kondisi minim cahaya. Baterai 1.550mAh diklaim cukup untuk empat jam rekaman, ditambah penyimpanan internal 47GB dan slot microSD hingga 1TB.
Pertanyaannya sekarang: seberapa jauh sengketa di pengadilan AS akan berdampak pada penjualan di pasar seperti Indonesia? Konsumen lokal agaknya belum perlu khawatir dalam waktu dekat. Tapi kalau DJI berhasil mendapatkan injunction yang lebih luas, bisa jadi alur distribusi Luna Ultra ke pasar lain ikut terganggu. Perseteruan dua raksasa kamera portabel ini baru saja panas.