Dua nama sekaligus hengkang dari jajaran petinggi PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA di Indonesia, dalam satu pengumuman yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Kamis (23/7/2026).
Wee Lee Loh, anggota Dewan Komisaris, dan Paulus Raharja, anggota Direksi, sama-sama menyerahkan surat pengunduran diri kepada perseroan. Sekretaris Perusahaan HERO Iwan Nurdiansyah membenarkan surat keduanya telah diterima manajemen. Permohonan itu kini menunggu restu pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan 13 Agustus 2026.
Resignasi dua petinggi sekaligus bukan kejadian biasa di emiten manapun. Bagi HERO yang dalam beberapa tahun terakhir tengah berbenah menghadapi tekanan bisnis ritel fisik, pergantian di level komisaris dan direksi ini agaknya akan menarik perhatian lebih dari sekadar prosedur korporasi rutin.
Wee Lee Loh bukan nama sembarangan di dunia ritel digital Asia Tenggara. Pria berkebangsaan Singapura berusia 43 tahun ini lulusan Cornell University dengan gelar ekonomi summa cum laude, sebelum meraih gelar master statistik dari Harvard University. Kariernya dimulai sebagai konsultan McKinsey yang melanglang buana di lebih dari 10 negara Asia Pasifik. Lazada Group jadi perhentian berikutnya: ia naik ke kursi CEO Lazada Singapura, memimpin transformasi marketplace sekaligus RedMart, platform belanja kebutuhan sehari-hari terbesar di negeri itu. Bergabung dengan DFI Retail Group pada September 2023 sebagai Group Chief Digital Officer, belum genap tiga tahun ia sudah pamit.
Latar Paulus Raharja berbeda jauh. Lebih dari 16 tahun dihabiskan di bidang keuangan, dengan jalur karier yang bolak-balik antara Astra dan ekosistem DFI. Dimulai pada 2009 sebagai Sales Supervisor di PT Astra International Tbk (ASII), ia sempat masuk DFI sebagai Finance Analyst pada 2011, lalu kembali ke Astra sebagai Group Treasury Analyst. Periode 2014 hingga 2016 ia tempati kursi Head of Treasury, Investor Relations, serta Financial Planning & Analysis di PT Astra Otoparts Tbk, sebelum menetap lebih lama di ekosistem DFI sejak 2016. Puncaknya: CFO di DFI Lucky, anak usaha grup di Asia Tenggara, sebelum masuk ke PT Rumah Mebel Nusantara sebagai Finance Director IKEA Indonesia pada Juli 2023. Dua kursi kosong sekaligus. Bukan hal sepele.
Manajemen HERO, lewat pernyataan resminya, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi keduanya. Kalimat penutup yang sopan untuk babak yang masih menyisakan tanda tanya: mengapa keduanya memilih mundur berbarengan, dan siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan?
Jawaban formalnya, kalau data ini bisa dipercaya, menunggu rampungnya RUPSLB 13 Agustus mendatang. Investor yang menaruh posisi di HERO perlu menandai tanggal itu.