RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Dua Trik Tersembunyi S26 Ultra yang Bikin Fancam E...

Tekno

Dua Trik Tersembunyi S26 Ultra yang Bikin Fancam EXO Konser Beda Level

Dari masalah flicker saat rekam layar LCD hingga zoom yang patah-patah, Samsung Galaxy S26 Ultra punya solusi bawaan yang ternyata banyak pengguna belum tahu.

Rahasia Rekam LCD Konser EXO Tetap Jernih, Cuma Ubah Settingan Ini

Konser EXO EXOPLANET #6 EXhOrizon di Indonesia Arena pekan lalu jadi ajang uji nyata buat Samsung Galaxy S26 Ultra, bukan sebagai ponsel gaming atau alat produktivitas, tapi sebagai mesin fancam di tangan ribuan EXO-L yang menonton dari tribun.

Dua masalah klasik langsung muncul begitu kamera diarahkan ke panggung: garis hitam bergerak saat merekam layar LCD raksasa, dan transisi zoom yang "loncat" ketika berpindah dari 3x ke 10x. Bukan kerusakan sensor. Keduanya punya solusi di dalam sistem kamera yang sama, hanya butuh tahu di mana harus mencarinya.

Soal flicker dulu. Layar LED konser berkedip dalam frekuensi tinggi yang tidak tertangkap mata manusia, tapi sensor kamera menangkapnya sebagai siklus cahaya yang tidak sempurna. Ketika shutter speed tidak sinkron dengan refresh rate layar, muncullah garis-garis hitam itu. Semakin jauh selisihnya, semakin parah hasilnya.

Setting standar untuk merekam penampilan langsung di atas panggung, biasanya di kisaran 1/180 hingga 1/250 detik dengan resolusi UHD 60 fps, memang bagus untuk membekukan gerakan tari cepat. Arahkan ke layar LCD dan hasilnya berantakan. Solusinya sederhana, agaknya terlalu sederhana: masuk ke mode Pro Video, lalu turunkan shutter speed ke sekitar 1/60 detik. Di Galaxy S26 Ultra, itu angka paling lambat yang tersedia. Begitu diubah, garis hitam itu hilang seketika. Bersih. Detail wajah Suho, D.O., Kai, Chanyeol, dan Sehun di layar jumbotron terekam tanpa gangguan visual sama sekali.

Angka 1/60 detik tidak berlaku universal, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Tergantung jenis layar yang dipakai penyelenggara, ada konser yang sudah cukup dengan 1/90 atau 1/125 detik. Prinsipnya: turunkan perlahan sampai garis hitamnya hilang, lalu stop.

Masalah kedua, zoom yang terasa patah, punya akar yang berbeda. Galaxy S26 Ultra menggunakan empat modul kamera fisik untuk mencakup rentang 0,6x sampai 25x. Setiap perpindahan antar modul menghasilkan lompatan kecil yang terasa di video. Bukan bug. Karakteristik sistem multi-kamera yang memang begitu cara kerjanya.

Fitur yang menjawab masalah ini namanya Smooth Zoom Slider, atau sebagian menyebutnya Magnifier Slider. Pertama diperkenalkan di seri Galaxy S25 dan diteruskan ke S26 Ultra, fitur ini tersedia di mode Video biasa maupun Pro Video. Tampilannya tidak jauh beda dari kontrol zoom biasa, tapi saat digunakan, perpindahan terasa jauh lebih terkontrol dan gradual, ibarat gerakan zoom kamera broadcast di acara televisi. Untuk fancam, efeknya terasa nyata: transisi zoom-in ke wajah idol terlihat sinematik, bukan seperti kaset yang di-skip.

Sayangnya, fitur ini tidak diwariskan ke seri sebelum Galaxy S25. Masih pakai S24 atau lebih lama? Harus cari solusi lain.

Dua trik ini sifatnya komplementer. Shutter speed rendah relevan kalau posisi menonton jauh dari panggung dan mengandalkan jumbotron. Smooth Zoom Slider berguna justru ketika punya akses zoom langsung ke panggung. Di konser besar dengan setup layar raksasa, besar kemungkinan keduanya dibutuhkan dalam satu malam yang sama. Pertanyaannya, berapa banyak EXO-L yang tahu soal ini sebelum konser mulai?

Harga resmi Galaxy S26 Ultra di Indonesia untuk varian 12GB/256GB dibanderol Rp24.499.000. Angka yang tidak main-main. Tapi entah kebetulan atau tidak, dua fitur kamera yang baru terasa kegunaannya justru saat berada di tribun konser, berdesakan dengan ribuan orang yang juga mencoba mengabadikan momen yang sama.