Harga emas Antam kembali terpukul pada perdagangan Kamis (11/6/2026), turun Rp24.000 per gram ke posisi Rp2.689.000. Level terendah dalam lima bulan terakhir. Buyback-nya? Lebih parah lagi.
Harga buyback jeblok Rp92.000 per gram menjadi Rp2.395.000, dari sebelumnya Rp2.487.000. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali kini menganga hingga Rp294.000 per gram. Bagi yang masuk di kisaran puncak sebulan lalu, Rp2.819.000 per gram, angka itu cukup untuk bikin perut tidak nyaman.
Koreksi bukan cuma milik Antam. Emas Galeri 24 yang dipasarkan Pegadaian ikut tergerus Rp27.000 ke Rp2.663.000 per gram, sementara emas UBS turun dengan besaran serupa ke Rp2.676.000. Kompak melemah, tanpa terkecuali.
Sepanjang sepekan terakhir, harga Antam sudah bergerak dari Rp2.759.000 ke Rp2.689.000. Dalam sebulan, koreksinya menembus Rp130.000 per gram. Berat, terutama buat investor ritel yang telanjur masuk di puncak.
Satu catatan soal pajak yang sering luput: untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, berlaku potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen langsung dari nilai transaksi, sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2024. Artinya, cuan yang diterima di tangan bisa lebih tipis dari kalkulasi awal.
Ironis, karena di pasar global arah justru berbalik. Harga emas spot sempat melonjak 1,1 persen sebelum stabil di 4.097,73 dollar AS per ons, tercatat naik 0,6 persen pada pukul 10.05 waktu Singapura. Kenaikan itu muncul setelah logam kuning ini dihajar lebih dari 4 persen di sesi sebelumnya. Bak ayam yang bangkit setelah dijegal.
Pemicunya serius. Militer AS mengonfirmasi telah menyelesaikan serangan terhadap sejumlah target di Iran, menyusul tudingan Trump bahwa Teheran sengaja mengulur negosiasi perdamaian. Respons Teheran keras: Selat Hormuz ditutup bagi seluruh kapal lintas. Jalur itu adalah urat nadi ekspor minyak kawasan, dan penutupannya langsung memantik kekhawatiran soal pasokan energi global. Investor pun bergerak ke emas, skenario yang sudah sangat familiar buat siapapun yang ingat 2019 dan 2022.
Kesenjangan antara emas global yang rebound dan harga domestik yang masih lesu hari ini agaknya soal timing dan kurs. Penguatan di pasar spot baru terjadi di sesi Asia pagi, belum keburu tercermin di harga pembukaan Logam Mulia. Pertanyaannya, seberapa lama eskalasi AS-Iran ini bertahan? Kalau konflik makin panjang, harga besok bisa lain cerita.