Hania Ahmed tidak seharusnya ada di dalam statistik itu. Siswi kelas empat berusia 9 tahun asal Perth ini sedang dalam perjalanan keluarga mengunjungi sanak saudara di Pakistan ketika peluru nyasar milik polisi mengakhiri hidupnya di Chakwal, Provinsi Punjab, pada 10 Juni lalu.
Insiden bermula ketika orang-orang bersenjata menyerang dan merampok anggota keluarga Ahmed yang sedang bepergian dengan kendaraan sewaan di wilayah Chakwal, Pakistan timur. Unit Elite Force Kepolisian Punjab turun tangan setelah menerima laporan perampokan. Dalam pengejaran yang berlangsung, para tersangka melepaskan tembakan ke arah polisi, memicu baku tembak. Seorang petugas kemudian mengambil keputusan fatal: ia mengira mobil yang membawa keluarga Ahmed adalah kendaraan para pelaku yang mencoba kabur, lalu melepaskan tembakan ke arahnya.
Hania tewas di tempat. Ayahnya, Adeel Ahmed (39 tahun), dan kakaknya Aafan Ahmed (11 tahun) mengalami luka serius. Sang ibu selamat tanpa cedera fisik. Pihak kepolisian provinsi Punjab mengakui adanya salah identifikasi. Bukan kesalahan kecil, dan korbannya bukan sembarang orang.
Berita ini langsung menarik perhatian Canberra. Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi kematian Hania sekaligus meluruskan soal usia korban: polisi Pakistan sempat menyebut 10 tahun, tapi Albanese memastikan gadis itu baru 9 tahun. Pemerintah Australia menyatakan tengah meminta investigasi yang transparan dari otoritas Pakistan atas insiden ini.
Pertanyaannya, seberapa jauh standar prosedur penggunaan senjata api aparat Punjab benar-benar diterapkan di lapangan, khususnya dalam situasi pengejaran yang melibatkan kendaraan sipil? Kesalahan identifikasi dalam operasi semacam ini memang bisa terjadi di mana saja. Tapi kali ini korbannya seorang anak sembilan tahun yang sedang berlibur bersama keluarga, bukan tersangka kriminal.
Keluarga Ahmed tinggal di Perth dan berstatus warga negara Australia. Kunjungan ke Pakistan semata-mata untuk menemui kerabat. Perjalanan yang, agaknya, tidak pernah dibayangkan akan berakhir di jalan raya Chakwal seperti itu. Pemerintah Australia dipastikan akan terus menekan Islamabad untuk memastikan akuntabilitas atas insiden ini.