Tiga tablet sekaligus, satu lini, satu pertanyaan yang sama dari hampir semua calon pembeli: yang mana yang cocok buat saya?
Samsung Electronics Indonesia menghadirkan Galaxy Tab S10 FE, Galaxy Tab S10 FE+, dan Galaxy Tab S10 Lite untuk menjawab segmen pasar yang kebutuhannya kian beragam. Ketiganya memang bermain di kelas menengah, tapi jangan salah baca. "Kelas menengah" di sini bukan berarti setara.
Mulai dari yang paling terjangkau: Galaxy Tab S10 Lite. Dibekali prosesor Exynos 1380 dan layar 10,9 inci dengan refresh rate 90Hz, tablet ini diposisikan untuk pelajar, mahasiswa, atau siapa saja yang kebutuhan utamanya berkisar di streaming, membaca e-book, catatan digital, dan sesekali Zoom. Baterai 8.000 mAh dengan pengisian 25W cukup untuk menemani seharian. Untuk proteksi air dan debu, sertifikasinya berhenti di IP42, jadi jangan nekat dibawa hujan-hujanan.
Naik satu tingkat, Galaxy Tab S10 FE membawa kombinasi yang agaknya paling "pas" untuk kebanyakan orang. Chipset Exynos 1580 di dalamnya bukan sekadar upgrade nominal: CPU 34 persen lebih cepat, GPU terkerek 43 persen, dan NPU-nya meledak 200 persen dibanding generasi sebelumnya. Angka yang tidak main-main. Layarnya tetap 10,9 inci, tapi bodi lebih tipis di angka 6 mm dengan bobot mulai 497 gram. Fast charging-nya juga lompat ke 45W, dan sertifikasi IP68 bikin tablet ini siap diajak kerja lapangan tanpa terlalu was-was.
Lalu ada Galaxy Tab S10 FE+ buat yang merasa 10,9 inci belum cukup lega. Layarnya membentang hingga 13,1 inci, dan ini bukan sekadar angka. Bagi kreator konten, desainer, atau profesional yang kerja dengan banyak jendela aplikasi sekaligus, selisih itu terasa nyata saat dipakai. Konsekuensinya jelas: ukuran dan bobot lebih besar, kurang ideal untuk yang tiap pagi berdesakan di KRL.
Ketiganya sudah menyertakan S Pen dalam kotak. Bukan aksesori tambahan, bukan opsi berbayar. Langsung pakai dari hari pertama, entah untuk sketsa di Galaxy Tab S10 FE+ atau sekadar coret-coret catatan kuliah di S10 Lite. Samsung juga mengintegrasikan fitur Circle to Search with Google lewat stylus ini, plus AI Summarize di Samsung Notes yang bisa meringkas dokumen panjang secara otomatis, khusus untuk varian FE Series.
Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut bahwa lini produk ini memang sengaja dirancang berdasarkan peta kebutuhan pengguna yang berbeda-beda, mulai dari produktivitas, kreativitas, hingga sekadar hiburan. Pertanyaannya: apakah struktur produknya benar-benar mencerminkan klaim itu? Kalau dilihat dari jarak antara S10 Lite dan FE+, jawabannya iya.
Ada bonus yang lumayan: pembelian ketiga model dalam periode 15 Juli hingga 31 Oktober 2026 mendapat akses Canva Pro gratis tiga bulan. Stefani Herlie, Country Manager Canva Indonesia, menyebut kemitraan ini sebagai upaya mendekatkan fitur kreatif ke lebih banyak pengguna Indonesia, termasuk integrasi Gemini AI di dalam Canva. Klaim dilakukan lewat aplikasi Samsung Gift Indonesia yang sudah tertanam di perangkat.
Jadi, mana yang layak dibeli? Kalau budget adalah prioritas dan aktivitas masih seputar belajar dan hiburan, S10 Lite jawabannya. Kalau mobilitas tinggi tapi tidak mau performa yang bikin frustrasi saat multitasking, FE adalah titik tengah yang paling masuk akal. Dan kalau layar besar segalanya untuk pekerjaan kreatif, FE+ tidak punya saingan di lini ini. Pilih yang salah, dan tablet itu bisa berakhir jadi pajangan meja yang mahal.