Sepanjang lima tahun terakhir, Samsung selalu menghadapi pertanyaan yang sama dari komunitas atlet: kenapa harus pilih Galaxy Watch kalau Garmin lebih akurat dan Apple Watch lebih terintegrasi? Jawaban dari Galaxy Unpacked kali ini agaknya cukup serius untuk didengar.
Samsung Electronics meluncurkan Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2, dua lini smartwatch terbaru yang membawa perombakan cukup substansial di bawah kapnya. Untuk pertama kalinya, kedua perangkat ini menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite, sebuah lompatan yang diklaim meningkatkan respons perangkat sekaligus akurasi GPS, terutama untuk aktivitas outdoor seperti trail running. Akurasi GPS yang lebih tajam ini bukan soal kecil bagi pengguna serius, dan Samsung tampaknya tahu itu.
Sisi desain Galaxy Watch Ultra2 juga dapat perhatian tersendiri. Konstruksinya kini 12 persen lebih tipis dibanding generasi sebelumnya, lebih ringan di pergelangan tangan, namun kapasitas baterai justru dinaikkan hingga 35 persen lebih besar. Bagi pelari atau pesepeda yang menghabiskan berjam-jam di luar ruangan, angka itu bukan sekadar spek di atas kertas.
Kalau soal hardware memang sudah bisa diprediksi arahnya, maka kejutan sesungguhnya ada di sisi ekosistem. Samsung mengumumkan kemitraan strategis dengan Strava, platform olahraga sosial dengan lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara. Strava kini hadir sebagai aplikasi bawaan di Galaxy Watch9 dan Watch Ultra2. Pengguna tidak perlu lagi repot install manual begitu perangkat pertama kali dinyalakan.
Setiap pembelian kedua jam tangan ini disertai langganan Strava gratis 60 hari. Bagi pengguna baru Strava, ini berarti akses penuh ke fitur premium termasuk analisis performa mendalam sejak hari pertama.
Ini yang berpotensi jadi pembeda nyata: integrasi fitur Strava Routes ke dalam Samsung Health. Mulai akhir tahun ini, pengguna Galaxy Watch bisa mengakses rute navigasi favorit mereka dari Strava langsung di antarmuka Samsung Health, lengkap dengan navigasi turn-by-turn tanpa perlu bolak-balik berpindah aplikasi. Ditambah kemampuan upload file GPX yang tetap bisa menampilkan rute dan data elevasi meski sinyal seluler lemah, dan tiba-tiba Galaxy Watch Ultra2 mulai terasa seperti pesaing serius buat Garmin. Bak gayung bersambut bagi komunitas trail runner yang selama ini merasa ekosistem Galaxy kurang lengkap.
CEO Strava Michael Martin menyatakan, "Kami ingin Strava hadir sejak pengguna memulai perjalanan aktif mereka, sehingga setiap aktivitas dapat tercatat dengan mudah. Dengan menghadirkan Strava sebagai aplikasi bawaan dan integrasi fitur Routes, pengguna dapat merasakan pengalaman terbaik sejak pertama kali mengenakan jam tangan mereka." Martin juga mengisyaratkan kolaborasi ini baru permulaan, dengan inovasi lanjutan yang masih dalam pipeline.
Pertanyaannya: berapa lama tren ini bertahan? Integrasi Samsung Health dengan Strava Routes dijadwalkan bergulir bertahap ke pengguna global dalam beberapa bulan ke depan. Yang tersisa adalah menunggu jawaban dari komunitas atlet serius, apakah mereka akan benar-benar berpindah, atau cukup menarik hanya bagi pengguna kasual yang ingin satu perangkat untuk segalanya.