Garmin resmi memperkenalkan Cirqa Smart Band, wearable pertama mereka yang hadir tanpa layar sama sekali. Peluncuran ini mengonfirmasi bocoran yang beredar dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus menandai babak baru bagi produsen yang selama ini identik dengan smartwatch berlayar besar untuk segmen olahraga dan navigasi.
Harganya dipatok 199,99 dolar AS, setara Rp3,5 juta. Di kisaran harga yang sama, sudah banyak smartwatch konvensional dengan layar penuh dan fitur berlimpah. Jadi apa yang sebenarnya dijual Garmin di sini? Kesederhanaan yang disengaja.
Susan Lyman, Vice President Consumer Sales and Marketing Garmin, menjelaskan bahwa Cirqa memang dirancang bagi pengguna yang ingin memantau kondisi tubuh tanpa harus terus-terusan menatap perangkat. "Dengan desain yang ringkas dan fitur kesehatan serta kebugaran khas Garmin, Cirqa melengkapi lini wearable kami sehingga pengguna dapat berpindah antar-perangkat Garmin dengan lebih mudah sepanjang hari," ujar Lyman.
Dari sisi fitur, Garmin tidak setengah-setengah. Cirqa membenamkan sensor detak jantung optik, Pulse Ox, akselerometer, hingga pengukur suhu kulit. Data yang terkumpul mencakup variabilitas detak jantung (HRV), pelacakan stres, kualitas tidur, dan untuk pengguna perempuan, prediksi siklus menstruasi serta estimasi ovulasi berdasarkan suhu kulit saat tidur. Semua itu bisa diakses tanpa biaya langganan, satu hal yang membedakannya dari pesaing langsung seperti WHOOP yang mengandalkan model subscription.
Satu catatan teknis yang agaknya luput dari perhatian banyak orang: bocoran awal menyebut perangkat ini memakai sensor Elevate 4, generasi lama yang belum mendukung ECG dan pengukuran suhu kulit. Tapi Garmin justru menyertakan fitur suhu kulit di Cirqa, yang sebelumnya hanya tersedia di sensor Elevate 5. Kalau data bocoran itu bisa dipercaya, ada perubahan spesifikasi di jalan. Detail ini baru bisa dikonfirmasi setelah unit review resmi beredar.
Desain fisiknya minimalis. Modul utama berukuran 27 x 47 x 9 mm berbahan fiber-reinforced polymer, dipasangkan tali ComfortFit Fabric berbahan kain. Satu tombol fisik di sisi perangkat untuk memulai sesi olahraga secara manual. Ketahanan air diklaim hingga 5 ATM, cukup untuk renang santai. Satu keistimewaan yang tidak lazim di segmen ini: Cirqa bisa dipakai di pergelangan tangan maupun lengan atas, tergantung aktivitas atau preferensi pengguna saat tidur.
Lebih dari 80 mode aktivitas didukung. Lari, bersepeda, berenang, yoga, Pilates, HIIT, mendayung, tinju, bahkan bermain game. Metrik kebugaran seperti Training Readiness, VO2 Max, Training Status, dan Recovery Time ikut disertakan. Masif. GPS tersedia, tapi mengandalkan Connected GPS dari smartphone yang dipasangkan, bukan modul internal.
Daya tahan baterai diklaim 10 hari dalam sekali pengisian. Konektivitas mencakup Bluetooth dan ANT+, plus fitur LiveTrack untuk berbagi lokasi secara real-time ke keluarga atau teman saat berolahraga. Seluruh data tersinkron ke Garmin Connect.
Tersedia dalam tujuh pilihan warna: Citron Gray, Mauve, French Gray, Dark Olive, Captain Blue, French Blue, dan Black. Penjualan di Amerika Serikat dijadwalkan mulai 24 Juli 2026.
Pasar wearable tanpa layar memang masih niche, tapi trennya tidak bisa diabaikan. WHOOP dan Polar sudah lebih dulu bermain di segmen ini, menyasar pengguna serius dengan ekosistem tertutup dan biaya berlangganan yang tidak murah. Garmin masuk dari pintu berbeda: ekosistem sudah matang, tidak ada subscription, dan basis pengguna yang sudah luas. Apakah itu cukup untuk menggoyahkan loyalitas pengguna WHOOP? Pertanyaan yang baru bisa dijawab setelah unit pertama sampai ke tangan konsumen.