RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Geely Coolray Serbu SUV Kompak RI, Harga Nunggu GI...

Bisnis

Geely Coolray Serbu SUV Kompak RI, Harga Nunggu GIIAS 2026

Geely Auto Indonesia resmi memperkenalkan Coolray di Sirkuit Mandalika, SUV ICE pertama mereka di pasar domestik dengan mesin 1.5 turbo 174 PS. Harga resmi baru dibuka saat GIIAS 2026, tapi pre-order sudah berjalan dengan booking fee Rp 5 juta.

Sesama Mesin Turbo, Unggul Mana Geely Coolray vs Chery Omoda 5 GT?

Geely Auto Indonesia memilih Sirkuit Mandalika sebagai panggung debut Coolray, SUV bermesin bensin pertama mereka di pasar domestik. Pilihan lokasi itu bukan tanpa pesan: ada DNA balap yang ingin ditancapkan sejak hari pertama.

Diluncurkan dalam acara bertajuk "Geely Refining Tomorrow" pada 20 Juli 2026, Coolray hadir membawa mesin 1.5 liter turbocharged empat silinder yang menyemburkan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm, disalurkan ke roda depan via transmisi 7-speed Wet DCT. Kecepatan puncaknya diklaim menyentuh 200 km/jam. Bukan angka sembarangan untuk SUV kompak.

Tampilan luarnya konsisten dengan klaim performa itu. Spoiler atap bertuliskan huruf 'S', empat ujung knalpot di bumper belakang, kaliper rem merah, pelek 18 inci model Battle Axe pada varian Flagship, semuanya berteriak satu hal: ini bukan SUV keluarga biasa. Di dalam kabin, layar hiburan 14,6 inci berjejer dengan panel instrumen digital 8,8 inci, jok semi-bucket, panoramic sunroof, wireless charging, hingga ambient lighting 72 warna. Satu fitur yang jarang ditemukan di kelas ini adalah kamera 540 derajat yang bisa memperlihatkan visual transparan di bawah sasis.

Untuk keselamatan aktif, paket ADAS Level 2 sudah mencakup Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Assist, Traffic Sign Recognition, Traffic Jam Assist, hingga Blind Spot Detection. Lumayan komplet.

Mengapa Geely memilih SUV bermesin bensin justru saat gelombang elektrifikasi sedang menggulung? Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, punya jawabannya. "Kami tetap confidence bahwa bagaimanapun kalau dilihat data market menunjukkan segmen ICE masih tetap lebih besar," ujarnya di Mandalika (20/7/2026). Ia juga menyebut infrastruktur SPKLU yang belum merata sebagai pertimbangan nyata, bukan sekadar dalih. "Penyebaran pasar otomotif di Indonesia sebenarnya sangat lebar, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua, di mana di beberapa daerah infrastruktur SPKLU masih relatif jarang," kata Herlijoso.

Satu detail yang menarik perhatian: Coolray saat ini masuk sebagai CBU, dan stiker VIN di sisi kanan jok depan bertuliskan nama Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd., mengisyaratkan unitnya dikirim dari Malaysia. Di sana, model yang secara platform identik dijual sebagai Proton X50 dengan banderol mulai 89.800 ringgit, atau sekitar Rp 390 jutaan.

Harga untuk pasar Indonesia belum diumumkan, sengaja ditahan hingga GIIAS 2026. Herlijoso hanya menegaskan bahwa Geely tidak sekadar bermain di harga murah. "Yang ditawarkan Geely bukan hanya kendaraan murah, tapi kendaraan yang memang aman, nyaman, dan berteknologi tinggi," katanya. Bagi konsumen yang sudah yakin duluan, pre-order bisa dilakukan dengan booking fee Rp 5 juta.

Coolray masuk ke arena yang sedang sesak luar biasa. Data wholesales GAIKINDO Januari-Mei 2026 menunjukkan Honda HR-V masih memimpin segmen SUV kompak dengan 2.968 unit, diikuti Mitsubishi XForce 1.650 unit, Hyundai Creta 1.567 unit, Toyota Yaris Cross 1.398 unit. Rival sesama China seperti Chery Omoda C5 sudah menorehkan 449 unit di periode yang sama. Tidak ada dominasi mutlak lagi, kue terbagi ke lebih banyak pemain.

Jika disandingkan langsung dengan Chery Omoda 5 GT, Coolray kalah di atas kertas soal tenaga: 174 PS vs 197 PS, meski torsi keduanya kembar di 290 Nm. Omoda 5 GT juga punya opsi penggerak AWD yang Coolray belum tawarkan. Harga Omoda 5 GT sudah terbuka, mulai Rp 458,8 juta hingga Rp 499 juta. Coolray? Masih misteri sampai GIIAS.

Agaknya itulah strategi Geely: biarkan pasar penasaran dulu, baru eksekusi di momen paling ramai. Pertanyaannya, apakah harganya cukup kompetitif untuk mengguncang kemapanan Honda, Hyundai, dan para rival China lainnya? Jawabannya baru tersedia beberapa pekan lagi.