RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google Search Profile: Kreator Kini Punya Halaman...

Tekno

Google Search Profile: Kreator Kini Punya Halaman Portofolio Resmi di Mesin Pencari

Google resmi meluncurkan Search Profile, fitur yang memberi kreator dan publisher halaman identitas digital di Google Search, lengkap dengan tombol follow yang tersambung ke Discover.

Ilustrasi chat WhatsApp dengan logo aplikasi di layar smartphone

Google menggebrak ekosistem pencarian dengan fitur yang sudah lama dinantikan kreator konten: Search Profile, halaman profil resmi yang sekaligus berfungsi sebagai portofolio digital di dalam Google Search.

Diluncurkan 5 Juni 2026 dan untuk sementara hanya tersedia di Amerika Serikat, fitur ini memungkinkan kreator maupun publisher mengonsolidasikan seluruh jejak digital mereka dalam satu halaman terpusat. Kanal YouTube, akun Instagram, X, TikTok, artikel, video, hingga tautan toko merchandise semuanya bisa dihubungkan ke sana. Kreator juga bisa menambahkan foto profil, gambar banner, biodata singkat, bahkan menyematkan karya terbaru atau terbaik di bagian paling atas halaman.

Tapi yang paling menarik perhatian agaknya bukan soal tampilan. Tombol "Follow on Google" yang tertanam di setiap Search Profile langsung tersambung ke Google Discover, feed konten personalisasi yang bisa diakses dari aplikasi Google atau dengan menggeser layar Android ke kanan. Artinya, pengguna yang mengikuti sebuah profil punya peluang lebih besar melihat konten kreator tersebut muncul organik di feed mereka, tanpa harus mencari ulang dari nol.

"Fitur ini dirancang agar penggemar, brand, maupun calon partner dapat mengenal kreator dan karya mereka dengan lebih mudah," kata Creator Liaison YouTube Rene Ritchie, yang turut memperkenalkan fitur ini ke publik.

Akses ke Search Profile di perangkat mobile bisa dilakukan lewat tiga jalur: mengetuk tombol "View Search Profile" di bagian bawah Knowledge Panel pada hasil pencarian, menekan nama kreator di kartu Discover, atau langsung dari URL unik yang dimiliki setiap profil dan bisa dibagikan ke mana saja.

Soal syarat masuk, Google tidak main-main. Kreator wajib berusia minimal 18 tahun dan memiliki jumlah pengikut minimum di setidaknya satu platform yang didukung. Untuk YouTube, Instagram, dan X, ambang batasnya 100.000 pengikut atau subscriber. Kreator yang hanya aktif di TikTok harus melewati bar lebih tinggi: minimal 300.000 pengikut. Google juga memperbolehkan orang dewasa membuat dan mengelola profil atas nama kreator yang masih di bawah umur.

Bagi yang belum punya Search Profile, ada dua jalur: profil bisa dibuat otomatis oleh Google, atau kreator bisa mengajukan sendiri melalui creators.google/profile atau profile.google.com/claim. Saat mendaftar, minimal satu akun media sosial yang memenuhi syarat harus ditautkan. Handle profil akan mengikuti akun tertaut dengan jumlah pengikut terbanyak. Kalau handle itu sudah dipakai orang lain? Sistem otomatis beralih ke akun berikutnya.

Satu catatan penting. Perubahan pada nama, biodata, atau tautan media sosial tidak langsung aktif, semuanya masuk status "Pending" dan harus melewati review Google terlebih dahulu. Konten baru dari akun yang sudah ditautkan biasanya baru muncul di Search Profile dalam waktu sekitar 24 jam.

Sepanjang ini, visibilitas di Google Search sangat bergantung pada algoritma yang perubahannya kerap bikin kreator was-was. Search Profile memberi mereka satu lapisan kontrol ekstra, titik identitas yang lebih stabil di mesin pencari terbesar dunia. Pertanyaannya, berapa lama keistimewaan itu bertahan sebelum Google mengubah aturan lagi? Untuk pengguna Indonesia, belum ada jadwal ekspansi global yang diumumkan secara spesifik.