Setelah lebih dari setahun berjalan, gugatan Nintendo dan The Pokémon Company (TPC) terhadap Pocketpair selaku pengembang Palworld agaknya akan berakhir dengan hasil yang mengecewakan bagi penggugat. Ganti rugi finansial yang mungkin dikantongi keduanya dari seluruh proses ini? Hanya sekitar $30.000, atau sekitar Rp487 juta dengan kurs terkini.
Angka yang, jujur saja, tidak sebanding dengan ongkos litigasi di Jepang.
Gugatan ini bermula dari peluncuran Palworld pada 2024, game yang langsung viral karena konsepnya yang terasa seperti Pokémon versi bersenjata. Nintendo dan TPC menuduh Pocketpair melanggar paten terkait mekanik penangkapan monster, klaim yang cukup serius mengingat mekanik tersebut adalah jantung franchise Pokémon selama hampir tiga dekade. Kedua raksasa gaming Jepang itu tampaknya optimistis bisa menghentikan laju Pocketpair secara hukum.
Situasinya kemudian berbalik. Pocketpair diam-diam memodifikasi sejumlah elemen Palworld sepanjang tahun lalu untuk menghilangkan area yang rawan sengketa paten. Nintendo dan TPC menolak mengakui langkah ini, lalu mengubah klaim mereka agar merujuk pada versi lama Palworld, bukan edisi yang kini beredar di pasaran. Keputusan taktis yang, kalau data ini bisa dipercaya, justru menggerus posisi mereka sendiri.
Satu laporan dari Gamesfray merangkumnya dengan cukup telak: "Litigasi ini bukan lagi tentang sesuatu yang serius dalam hal komersial. Ini tentang perintah hipotetis yang tidak berlaku untuk versi produk saat ini dan, jika ada, penghargaan ganti rugi kecil untuk periode di mana Pocketpair menghasilkan penjualan baru yang terbatas di Jepang."
Proses persidangan dijadwalkan dimulai 1 Oktober setelah kedua pihak menyerahkan bukti. Putusan diperkirakan keluar pada 9 November. Kalau jadwal itu terpenuhi, kasus ini tutup buku sebelum pergantian tahun.
Pocketpair? Tampaknya tidak terlalu pusing. Studio asal Jepang itu sedang bersiap meluncurkan Palworld versi 1.0 pada 10 Juli, keluar dari status Early Access. Basis pemainnya sudah masif, dan peluncuran penuh membuka peluang ekspansi lebih lebar, termasuk permainan kartu dagang yang juga sedang disiapkan.
Bagi Nintendo, hasil gugatan ini bisa dibaca sebagai pelajaran pahit soal batas paten mekanik gameplay, wilayah hukum yang memang notorius abu-abu. Satu dari klaim paten mereka bahkan sudah dihajar penolakan dari kantor paten Jepang sebelum sidang dimulai. Pertanyaannya bukan lagi soal menang atau kalah. Kalau akhirnya mereka pulang dengan $30.000 setelah bertarung lebih dari setahun, pertanyaannya adalah apakah gugatan ini sejak awal memang layak diajukan.