RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  H3RO Esports 6.0 Gandeng RRQ, Seleksi Pro Player K...

Tekno

H3RO Esports 6.0 Gandeng RRQ, Seleksi Pro Player Kini Pakai AI

Program H3RO Esports 6.0 resmi melibatkan RRQ sebagai mitra seleksi, dengan pendekatan evaluasi berbasis AI CoachGPT untuk menilai potensi 2.786 rookie terverifikasi dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 2.786 rookie terverifikasi ikut membuktikan diri di edisi keenam H3RO Esports bersama Tri. Prosesnya panjang, tidak main-main, dan jauh dari kata instan.

RRQ kembali terlibat sebagai mitra evaluasi. Kali ini, perspektif yang mereka bawa bukan sekadar soal siapa yang paling tajam aim-nya.

"Dari sisi kami, yang menarik bukan cuma hasil akhirnya, tapi bagaimana proses ini benar-benar dirancang untuk melihat potensi secara menyeluruh. Bukan hanya soal mekanik di dalam game, tapi juga cara berpikir, daya tahan, sampai kesiapan mental," kata Wilbert Marco, Head of Team Operations di RRQ.

Wilbert menambahkan bahwa pendekatan berbasis data turut mewarnai proses evaluasi. AI CoachGPT, yang dibangun di atas platform ChatGPT, ikut jadi referensi tambahan untuk menangkap hal-hal yang mungkin luput di scrim atau match biasa. Bukan alat utama, tapi pelengkap yang cukup signifikan.

Dari ribuan pendaftar, cuma segelintir yang tembus tahap akhir. Angka yang brutal.

Mereka yang lolos langsung dilempar ke lingkungan profesional di gaming house RRQ. Scrimmage intensif, psikotes, pelatihan bareng skuat RRQ. Di fase inilah batas antara "jago main" dan "siap jadi pro player" benar-benar kelihatan, bukan dari highlight reel, tapi dari konsistensi dan mental di bawah tekanan.

Ekosistem pendukungnya juga ikut berperan. PBESI dan AVGI hadir dari sisi regulasi dan industri, platform Garudaku menjembatani komunitas, ditambah dukungan media. Program ditutup lewat Scrimmage Showcase yang menyedot jutaan penonton. Angka yang, kalau dipikir-pikir, menggambarkan betapa serius generasi muda memandang jalur karier ini.

Dampaknya bukan wacana. Sejumlah alumni H3RO sudah berkontribusi di level nasional hingga internasional, termasuk tampil di ajang IESF World Esports Championship. Rekam jejak, bukan janji.

Bagi RRQ, kolaborasi ini agaknya melampaui urusan rekrutmen. "Kami percaya inisiatif yang dilakukan Tri ini akan jadi fondasi penting untuk perkembangan esports Indonesia. Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, dan kalau melihat antusiasme yang ada sekarang, rasanya kita baru di titik awal dari perjalanan yang jauh lebih besar," ungkap pihak Tim RRQ.

Pertanyaannya sekarang: berapa lama momentum ini bisa dijaga?