Satu kadar, satu pergerakan. Emas perhiasan 24 karat di Raja Emas Indonesia dibanderol Rp2.295.000 per gram pada Kamis, 11 Juni 2026, tergerus Rp125.000 dari posisi sebelumnya. Seluruh kadar lainnya di tiga retailer utama? Diam di tempat.
Koreksi di segmen 24 karat ini agaknya mencerminkan tekanan dari sisi harga emas global yang masih bergerak labil, dipicu fluktuasi nilai tukar dan sikap hati-hati bank sentral utama dunia terhadap cadangan emas mereka. Kadar-kadar di bawahnya, mulai 23 karat hingga 12 karat, semuanya parkir.
Di Raja Emas Indonesia, rentang harga hari ini membentang dari Rp1.028.000 per gram untuk kadar 12 karat hingga Rp2.295.000 untuk 24 karat. Kadar 18 karat, yang paling banyak dibidik segmen menengah, bertahan di Rp1.541.000 per gram.
Hartadinata Abadi mematok harga yang secara umum lebih tinggi dibanding dua kompetitornya. Emas 22 karat dihargai Rp2.671.000 per gram, kadar 20 karat di Rp2.471.000. Seluruh lini produk Hartadinata hari ini stabil. Perbedaan antar retailer, jujur saja, lumayan mencolok dan layak dicermati sebelum memutuskan di mana membeli.
Laku Emas dari CMK Group punya daftar kadar paling lengkap, dan harganya cukup kompetitif. Emas 24 karat Laku Emas stabil di Rp2.289.000 per gram, sedikit di bawah Raja Emas bahkan setelah Raja Emas turun. Beda tipis, tapi nyata. Untuk kadar 18 karat, Laku Emas menawarkan Rp1.543.000 per gram, hampir setara.
Bagi investor yang memegang emas perhiasan sebagai lindung nilai, penurunan Rp125.000 di satu retailer untuk satu kadar tentu belum mengubah tesis investasi. Tapi bisa jadi ini sinyal awal tekanan yang lebih luas, entah kebetulan atau tidak, kalau harga emas global belum menemukan pijakan. Pertanyaannya: apakah koreksi ini menyebar ke kadar lain dalam dua-tiga hari, atau justru berbalik?
Pembeli yang menyasar harga terbaik disarankan membandingkan langsung ketiga platform sebelum transaksi. Selisih antar retailer bisa lumayan tergantung kadar yang dibidik.