Dua sekaligus. Dalam rentang kurang dari 48 jam, HMD Global meluncurkan dua feature phone Nokia baru yang sama-sama mengincar pekerja lapangan dan pengguna yang butuh ponsel bandel tanpa harga yang mencekik.
Yang pertama, Nokia 123 Shield, diperkenalkan Rabu (22/7/2026). Ponsel 2G ini mengantongi sertifikasi IP65 berdasarkan standar IEC 60529: tahan di lingkungan berdebu hingga delapan jam, kuat disemprot air dari jarak tiga meter selama 10 menit, dan sanggup bertahan direndam di kedalaman 10 cm selama 30 detik. Port USB-C dan jack audio 3,5 mm keduanya dilindungi penutup karet.
Spesifikasinya memang sederhana. Layar 2,4 inci resolusi QVGA, chipset Unisoc SC6531E, RAM 4 MB, storage internal 4 MB yang bisa diperluas lewat microSD hingga 32 GB. Kamera belakang beresolusi QVGA, dilengkapi flash LED yang diklaim 300 persen lebih terang dari Nokia 110 saat difungsikan sebagai senter. Bukan angka yang akan bikin fotografer terkesan, tapi bukan itu target pasarnya.
Nilai jual utamanya ada di baterai. Kapasitas 1.750 mAh terdengar kecil di telinga pengguna smartphone, tapi di ponsel fitur ini bisa bertahan hingga 19 hari standby atau sekitar 27,9 jam untuk panggilan aktif. Seminggu penuh tanpa sentuh colokan. Baterainya pun bisa dilepas, sesuatu yang sudah lama raib dari dunia smartphone modern.
Satu hal yang agak di luar ekspektasi: Nokia 123 Shield sudah pakai USB-C. Feature phone lawas hampir selalu bertahan dengan micro-USB atau konektor proprietary. Langkah ini kecil, tapi pengguna tidak perlu lagi bawa kabel terpisah dari smartphone utama mereka.
Ponsel ini tersedia dalam dua warna: Green dan Ungu.
Sehari berselang, HMD memperkenalkan Nokia 300 4G Power Bank, yang resmi meluncur di Filipina dengan harga 1.990 peso atau sekitar Rp 575.000. Kalau Nokia 123 Shield masih bertahan di jaringan 2G, model ini sudah loncat ke 4G. Lompatan yang tidak kecil untuk segmen ini.
Baterainya lebih besar: 3.700 mAh, lebih dari dua kali lipat kapasitas kebanyakan feature phone, dengan dukungan pengisian cepat 18W. Ada pula fitur reverse charging 5W untuk mengisi perangkat lain, yang memang memperkuat klaim "power bank" di namanya. Sertifikasi IP65 yang sama hadir di sini, bersama layar 2,4 inci QVGA, kamera 0,3 MP, dan slot microSD hingga 32 GB. Tersedia dalam warna Hitam, Hijau, dan Emas.
Soal harga Nokia 123 Shield, HMD belum umumkan angka resmi. Ponsel ini sudah muncul di toko ritel Eropa, dibanderol sekitar 35 euro (Rp 715.000) di Bulgaria dan 40 euro (Rp 817.000) di Yunani. Untuk pasar Asia, agaknya bisa lebih kompetitif.
Kenapa HMD masih repot-repot main di segmen ini? Jawabannya ada di angka. Penjualan feature phone global masih mencapai puluhan juta unit per tahun. Pasar ini loyal, bukan karena tidak tahu ada smartphone, tapi karena memang butuh perangkat yang tidak ribet, awet baterainya, dan tidak panik kalau kena hujan. Indonesia termasuk pasar potensialnya, terutama di daerah yang jaringan 4G-nya masih belang-bonteng tapi sinyal 2G atau 3G-nya tetap kuat.
Dua peluncuran dalam dua hari, dua segmen yang sedikit berbeda. Pesannya satu: HMD belum kemana-mana dari pasar feature phone.