Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Honda HR-V mendistribusikan 2.968 unit ke seluruh Indonesia. Angka itu mungkin terdengar biasa, tapi konteksnya yang bikin kepala mengangguk: pesaing terdekatnya, Mitsubishi Xforce, hanya menyentuh 1.567 unit di periode yang sama. Hyundai Creta? Juga 1.567 unit.
Segmen SUV kompak Tanah Air kini bukan lapangan terbuka lagi. Hyundai Creta terang-terangan pasang kuda-kuda sejak hari pertama diluncurkan. Wuling Alvez bermain di harga yang jauh lebih terjangkau, dimulai dari Rp 200 jutaan. Belum lagi Toyota Yaris Cross, Suzuki Grand Vitara, Mitsubishi Xforce, hingga Chery Omoda C5 yang terus menggigit pangsa pasar. Di atas kertas, HR-V seharusnya terjepit. Nyatanya tidak.
Kartu terkuat yang dimainkan Honda adalah varian e:HEV, hybrid pertama dalam sejarah HR-V di Indonesia. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin Atkinson cycle dengan motor listrik yang bekerja melalui sistem pintar Honda, hasilnya, konsumsi bahan bakar yang, jujur saja, angkanya terdengar tidak masuk akal untuk sebuah SUV: 22 hingga 30 km per liter. Sebagai pembanding, Honda Brio yang selama ini dianggap raja irit hanya menorehkan sekitar 19 km per liter. Viona Nur Sasmi Putri, Sales Consultant Honda Sukun Malang, menyebut HR-V Hybrid sebagai "salah satu varian terbaru sekaligus best seller" yang paling sering ditanyakan pengunjung di pameran Mall Olympic Garden. "Konsumsi bahan bakarnya sangat irit, bahkan setara atau lebih irit daripada Honda Brio yang selama ini kita kenal sangat hemat," kata Viona.
Tiga varian hybrid tersedia: Hybrid Standar, Hybrid Modulo, dan RS Hybrid. Yang paling premium, RS e:HEV, hadir dengan tampilan paling agresif dari seluruh lini. Eksterior bergaya coupe SUV dengan sentuhan sporty RS, kabin disambut tema hitam eksklusif beraksen merah pada dashboard hingga doortrim. Ada panoramic glass roof, head unit layar sentuh 8 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto tanpa kabel, AC dual-zone Auto Climate Control, serta kluster instrumen TFT 7 inci. Jok berbahan kulit dengan pengaturan elektrik 8 arah, lengkap dengan armrest dan headrest yang bisa disesuaikan.
Soal harga, HR-V bukan yang paling murah di kelasnya. Varian termurah dimulai dari Rp 387,6 juta, varian hybrid berkisar Rp 450 jutaan sebelum diskon, dan yang termahal menyentuh Rp 488 juta. Hyundai Creta masih punya amunisi di bawah Rp 300 juta untuk varian entry-level-nya. Tapi agaknya konsumen Indonesia mulai menghitung dengan cara berbeda: bukan hanya harga beli, tapi total biaya pakai. Efisiensi bahan bakar HR-V Hybrid bicara keras di sana, dan pasar rupanya mendengar.
Pertanyaan sesungguhnya bukan apakah HR-V bisa bertahan. Seberapa lama para pengepung itu sanggup bersabar?