Tiga peluncuran dalam satu momentum. Honor agaknya sedang dalam mode agresif di pertengahan 2026, dengan deretan produk baru yang menyasar ceruk berbeda namun bermuara pada satu proposisi: fitur yang biasanya cuma ada di kelas atas, kini bisa dijangkau dengan budget lebih moderat.
Yang paling segar adalah Honor X5c Plus, resmi masuk Indonesia pada 10 Juni 2026 dengan banderol Rp2.299.000. Ponsel ini mengandalkan baterai 5.260 mAh, chipset MediaTek Helio G81, RAM 4 GB plus 4 GB virtual, dan penyimpanan 128 GB. Bukan spesifikasi yang akan membuat kepala analis berputar. Tapi untuk segmen Rp2 jutaan, kombinasi ini cukup kompetitif. Kamera utama 50 MP dengan fitur AI Object Recognition dan Hi-Res Resolution jadi nilai tambah yang tidak selalu hadir di kelas ini.
Layarnya 6,74 inci dengan refresh rate 90Hz dan bobot 186 gram, terbilang ramping untuk perangkat ber-baterai besar. Honor mengklaim ponsel ini sanggup dipakai browsing hingga 21 jam tanpa henti, atau streaming YouTube selama 18 jam. Angka yang patut dicermati, tapi tetap perlu diuji di kondisi nyata.
Aryo Meidianto A, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor resmi Honor, mengatakan X5c Plus lahir dari komitmen perusahaan soal demokratisasi teknologi. "Kami percaya bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang bisa dinikmati oleh semua orang, bukan hanya oleh segelintir kalangan," ujarnya saat sesi media hands-on di Honor Store Bintaro Exchange.
Satu tingkat di atasnya, Honor X7d menyasar pengguna yang butuh lebih banyak ruang. Dibanderol Rp4.299.000 dalam program promosi "Joyful June" bersama Erafone yang berlangsung 2 hingga 30 Juni 2026, perangkat ini bertaruh pada satu keunggulan utama: memori internal 512 GB. Bukan angka yang lazim di kelas menengah bawah. Secara kasar, kapasitas itu setara lebih dari 120 ribu foto ukuran 4 MB, atau ratusan film tanpa perlu berlangganan cloud storage tambahan.
Kebutuhan ruang penyimpanan memang terus membengkak. Ukuran aplikasi makin gemuk, video makin padat resolusinya, file kerja makin menumpuk. Kondisi inilah yang coba dijawab Honor X7d, tersedia dalam dua pilihan warna Desert Gold dan Velvet Black.
Dari lini Play, Honor meluncurkan dua perangkat sekaligus di China: Honor Play 10 5G dan Honor Play11 Plus. Keduanya berbagi baterai 7.000 mAh dan kamera utama 50 MP, tapi duduk di segmen dan kelas chipset yang berbeda.
Honor Play 10 5G ditenagai Snapdragon 6s Gen 3. Layar LCD 6,8 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz, RAM hingga 12 GB, storage 256 GB, dan jaringan 5G sudah terpenuhi. Ponsel ini juga mengantongi sertifikasi IP65 untuk ketahanan debu dan percikan air, plus fitur reverse wired charging 7,5W yang memungkinkannya berfungsi sebagai power bank darurat. Di China, harganya mulai 1.399 yuan, sekitar Rp3,7 jutaan.
Honor Play11 Plus naik kelas lebih jauh. Chipset MediaTek Dimensity 6500 Elite, layar AMOLED 6,6 inci resolusi 1,5K dengan kecerahan puncak 6.500 nits. Beda kaliber. Ponsel ini sudah menjalankan MagicOS 10 berbasis Android 16 dan mengantongi sertifikasi IP66 yang lebih ketat. Harganya 2.199 yuan, sekitar Rp5,8 jutaan.
Dalam rentang Rp2,3 juta hingga hampir Rp6 juta, Honor praktis punya jawaban untuk hampir tiap segmen konsumen Indonesia saat ini. Pertanyaannya, berapa lama strategi sebar-produk ini efektif sebelum pasar mulai kewalahan memilih? Alih-alih satu flagship andalan, mereka justru taruh taruhan di beberapa meja sekaligus, ibarat pedang bermata dua: jangkauan lebar, tapi risiko kanibalisasi lini sendiri. Entah kebetulan atau tidak, momentum ini datang tepat saat persaingan di segmen menengah sedang panas dari segala penjuru.