Selama bertahun-tahun, Samsung identik dengan pasar ponsel lipat. Lini Galaxy Z-nya menjadi wajah kategori ini di seluruh dunia, dan tidak banyak yang meragukan posisinya sebagai pemimpin. Data kuartal kedua 2026 datang dengan tamparan keras.
Menurut statistik dari Smart Analytics Global, Huawei kini menguasai sekitar 48% pasar smartphone lipat global. Samsung? Hanya 15%. Bukan sekadar kalah tipis, eh, bukan sekadar tertinggal tipis: volume pengiriman Huawei seorang diri melampaui gabungan Samsung, Motorola, dan Honor sekaligus. Angka yang tidak main-main.
Akar masalah bagi Samsung agaknya ada di Tiongkok, pasar yang selama ini memang jadi titik lemahnya. Pelanggan Tiongkok kini mewakili porsi besar dari total pembeli perangkat lipat global, dan di kandang sendiri Huawei praktis tidak tertandingi. Vivo dan Xiaomi pun ikut menggerogoti ruang yang tersisa, membuat celah bagi Samsung di sana makin sempit.
Yang membuat gambaran ini lebih rumit: Samsung sebenarnya tidak sedang diam. Pengiriman ponsel lipatnya tumbuh 25% secara year-on-year, ditopang Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 yang kinerjanya melampaui generasi sebelumnya. Tumbuh 25%, tapi tetap kalah jauh. Sebab Huawei pun naik, 4% dari basis yang sudah sangat tinggi. Honor bahkan lebih mengejutkan, membukukan lonjakan penjualan 82% berkat Magic V6.
Pertanyaannya, berapa lama selisih ini bisa bertahan?
Para analis tidak sepenuhnya pesimistis soal Samsung. Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 masuk daftar smartphone paling dinantikan tahun ini, dan secara historis generasi baru Samsung selalu mencetak angka kuat di Eropa dan Amerika Utara. Beberapa proyeksi bahkan menyebut kuartal ketiga 2026 berpotensi mengembalikan Samsung ke posisi teratas.
Kalau data ini bisa dipercaya, tentu itu kabar baik. Tapi selisih 33 poin persentase bukan angka yang bisa ditutup dalam satu siklus peluncuran. Penjualan harus memecahkan rekor, dan itu pun belum cukup kalau laju kompetitor tidak melambat.
Ada variabel lain yang bisa mengacak seluruh peta: Apple. Sejumlah analis memperkirakan iPhone lipat pertama bisa muncul sekitar 2027, dan begitu Apple masuk, pangsa pasar semua pemain yang ada bisa tersedot dalam waktu singkat. Bagi Samsung, tekanan dari bawah sudah nyata. Tekanan dari atas tinggal menunggu waktu.