IHSG ditutup di 7.935 pada Jumat (6/2), amblas 169 poin atau 2,08% dalam sehari. Cukup bikin ngilu.
Tapi justru di titik seperti inilah Ciptadana Sekuritas Asia melihat celah. Dalam riset teknikal yang dirilis 9 Februari 2026, rumah sekuritas ini mencatat indikator stochastic IHSG sudah mulai bergerak naik dari zona jenuh jual. Sinyal awal yang biasanya mendahului pantulan. Indeks sempat menyentuh low di 7.862 sebelum menutup sesi, dan area support kuat masih terjaga di sekitar 7.482, level yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 61,8%.
Struktur teknikalnya, jujur saja, masih rapuh. Resistance berat berdiri di kisaran 8.397 hingga 8.525, dan selama IHSG belum secara konsisten bertahan di atas sana, label "pemulihan" agaknya terlalu dini. Lebih mencemaskan lagi: kalau level 7.854 jebol, tekanan jual bisa datang lagi dan menyeret indeks ke 7.548.
Untuk trading jangka pendek satu hari, Ciptadana memilih empat nama.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) jadi pilihan yang cukup menarik perhatian. Saham rokok ini sudah memantul dari support Rp510 hingga Rp560, membentuk pola higher low, dan kini bergerak di sekitar Rp875. Resistance berikutnya di Rp940. Rekomendasi: beli spekulatif di Rp875, stop loss Rp835, target Rp940 dan Rp1.000.
Cerita berbeda datang dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Saham properti mewah ini masih dihantam tekanan turun cukup keras setelah level support Rp10.750 ditembus. Sempat mencetak low baru di Rp7.700 sebelum memantul ke Rp8.925. Ciptadana sendiri menyebutnya pantulan teknikal sementara, bukan reversal. Artinya ini murni trading oportunistik, bukan posisi yang nyaman ditinggal tidur. Stop loss di Rp8.600, target Rp10.600.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bergerak sideways dalam tren turun ringan. Harga parkir di Rp2.630, dengan resistance terdekat di Rp2.750 hingga Rp2.850 dan batas kenaikan lebih kuat di Rp3.020. Konfirmasi kenaikan konsisten dibutuhkan sebelum tren benar-benar berbalik. Beli spekulatif Rp2.630, stop loss Rp2.520, target Rp2.770.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 2,74% ke Rp3.380, lalu tertahan di area resistance Rp3.900 hingga Rp3.990. Koreksi setelahnya bersifat teknikal. Selama harga mampu bertahan di atas support Rp3.100 hingga Rp3.020, struktur jangka menengah masih terbilang oke. Beli spekulatif Rp3.380, stop loss Rp3.250, target Rp3.490.
Keempat rekomendasi ini satu rasa: spekulatif. Bukan untuk investor yang tidak nyaman dengan volatilitas, dan bukan untuk yang abai soal stop loss. Pasar yang baru keluar dari oversold itu ibarat pasien yang baru bangun dari ICU. Bisa pulih, bisa juga kambuh.
Sepanjang sesi 6 Februari, saham BBCA, BBRI, dan ASII tercatat menjadi penekan terbesar IHSG. Pertanyaannya, berapa lama tiga nama berat itu terus menyeret indeks?