RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Market  ›  IHSG Nyaris Diam di 8.370, Lima Saham Pilihan Inve...

Market

IHSG Nyaris Diam di 8.370, Lima Saham Pilihan InvestasiKu untuk Senin Ini

IHSG menutup pekan lalu nyaris flat di 8.370, dengan 9 dari 11 sektor berakhir merah. Di tengah tekanan itu, sejumlah saham masih menawarkan setup menarik untuk perdagangan hari ini.

IHSG menutup perdagangan Jumat (14/11) di level 8.370,44, turun tipis 0,02%. Nyaris tak bergerak. Tapi jangan salah baca: di balik permukaan yang kelihatan tenang, medan perangnya cukup sengit.

Sembilan dari sebelas sektor berakhir di zona merah. Sektor industrial jadi yang paling babak belur, amblas 1,76%. Satu-satunya yang masih bisa senyum adalah infrastruktur, naik 1,18% dan jadi penopang indeks dari kejatuhan lebih dalam.

Soal penggerak, MORA jadi bintang paling menyala dengan lonjakan 19,70%. DSSA mengikuti di 3,67%, lalu TLKM menguat 1,43%. Dari kubu penekan, AMMN terkoreksi 3,65%, BREN melemah 1,52%, dan BRMS turun 2,99%. Cukup untuk menghambat indeks menguat lebih jauh.

Aktivitas asing? Masih keluar. Net sell di pasar reguler tercatat Rp56,74 miliar, totalnya tembus Rp73,42 miliar. Bukan angka kecil untuk satu hari perdagangan.

Kabar yang agaknya lebih berdampak jangka panjang datang dari OJK. Regulator tengah menyiapkan kenaikan bertahap standar free float, dari 7,5% saat ini menuju 25%. Komisi XI DPR sebelumnya bahkan mengusulkan level 30%. Tahap awal, emiten yang akan IPO diwajibkan memenuhi minimal 10% free float. Basis perhitungannya pun bergeser dari ekuitas ke kapitalisasi pasar, pendekatan yang lebih mencerminkan kondisi riil. Kalau ini berjalan konsisten, likuiditas pasar bisa membaik dan ruang gerak pihak-pihak yang gemar memainkan saham berfloat kecil bakal makin sempit. Dampaknya? Bisa jadi lebih besar dari yang dibayangkan banyak pelaku pasar.

Dari aksi korporasi, PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) mengumumkan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp35 per saham, total Rp94,5 miliar. Angka itu setara 53,48% dari kas dan setara kas per September 2025 yang mencapai Rp176,67 miliar. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan 24 November, ex-dividen 25 November, dan pembayaran pada 12 Desember.

Untuk perdagangan hari ini, InvestasiKu merilis lima nama yang layak dicermati.

PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) masuk daftar dengan area beli 66-69, target 71-73, stop loss di 62. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) disarankan beli di 3.060-3.070, target 3.150-3.220, stop loss 2.870. Lalu PT Elnusa Tbk (ELSA) pada rentang 525-535, target 550-560, cut loss jika tembus 498.

Dua nama lainnya: PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan area beli 228-230, target 236-248, stop loss 212, serta PT Mitra Usaha Cemerlang Tbk (LABA) di rentang 238-242, target 248-256, stop loss 226.

Pasar boleh kelihatan diam. Tapi dalam kondisi seperti ini, justru pemilihan saham individual jadi lebih krusial ketimbang sekadar membuntuti arah indeks.

Disclaimer: Rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.