RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  IHSG Terbang 4,24% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Ber...

Bisnis

IHSG Terbang 4,24% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bertambah Rp 409 Triliun

Trio perbankan BMRI, BBCA, dan BBRI menjadi lokomotif penguatan IHSG pekan 13-17 Juli 2026 hingga menembus level 6.175. Di sisi lain, saham AGAR melesat 138% dan menjadi jawara top gainers.

Saham BMRI, BBCA, dan BBRI Kompak Terbang, IHSG Naik 4,24 Persen dalam Sepekan

Pekan 13-17 Juli 2026 jadi salah satu yang terbaik bagi IHSG dalam beberapa bulan terakhir. Indeks melonjak 4,24% atau 251 poin lebih dalam sepekan, ditutup di level 6.175,5 setelah pada pekan sebelumnya bertengger di 5.924,3.

Lokomomotifnya jelas: tiga raksasa perbankan. BMRI memimpin dengan kenaikan 9,8%, menyumbang 32,66 poin ke indeks. BBCA menguat 4,86% dengan kontribusi 26,47 poin. BBRI naik 6,45% dan menambahkan 26,27 poin. Tiga saham ini saja sudah menyumbang lebih dari 85 poin dari total penguatan indeks. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

Komoditas ikut meramaikan pesta. AMMN melonjak 12,25% dan menyumbang 18,11 poin, sementara TLKM menguat 7,26% dengan kontribusi 16,61 poin. BYAN naik 7,14% dengan tambahan 13,04 poin, dan ASII terkerek 6,03% berkontribusi 11,81 poin.

Kapitalisasi pasar BEI ikut terangkat 3,95% menjadi Rp 10.749 triliun, bertambah Rp 409 triliun hanya dalam lima hari perdagangan. Angka yang, jujur saja, cukup mengejutkan saat pasar global masih belum benar-benar tenang.

Aktivitas perdagangan pun ikut memanas. Rata-rata nilai transaksi harian naik 36,25% menjadi Rp 13,99 triliun dari Rp 10,27 triliun pada pekan sebelumnya. Volume harian terkerek 27,75% menjadi 26,17 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi harian meningkat 24,60% menjadi 2,33 juta kali. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad membenarkan angka-angka itu. "Data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami kenaikan sebesar 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," sebut Kautsar dalam siaran pers, Sabtu (18/7/2026). Untuk konteks, pekan 6-10 Juli frekuensi transaksi sudah lebih dulu melonjak hampir 30% dibanding pekan yang lebih awal, jadi momentum ini agaknya bukan sekadar fluktuasi sesaat.

Yang menarik perhatian adalah perubahan sikap investor asing. Pada perdagangan Jumat (17/7), asing membukukan net buy Rp 725 miliar, dengan BBCA menyedot dana asing terbesar senilai Rp 698 miliar. Kontras dengan sepekan sebelumnya, ketika asing masih net sell Rp 421,7 miliar hanya dalam satu hari perdagangan. Secara kumulatif sejak awal 2026, net sell asing masih di angka Rp 76,15 triliun. Besar. Tapi setidaknya arahnya mulai berbalik di ujung pekan.

Di luar saham-saham big cap yang menggerakkan indeks, ada drama tersendiri di papan bawah. AGAR menjadi bintang top gainers pekan ini dengan lompatan 138,2%, dari Rp 505 ke Rp 212. Kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, ada yang ganjil: harga akhirnya justru lebih rendah dari harga awal, pertanda kemungkinan aksi korporasi atau penyesuaian harga yang perlu dicermati lebih lanjut. Di belakangnya, PRDL melejit 77%, KBLV terbang 69,1%, dan MLPT naik 59,7%.

Sisi sebaliknya, JELI jadi korban terbesar. Amblas 40,13% dalam sepekan, nyangkut di Rp 895 dari posisi Rp 1.495. COCO juga anjlok 21,5%.

Dua pekan berturut-turut dengan data perdagangan yang membaik, ditambah asing yang mulai masuk kembali di akhir pekan. Pelaku pasar punya lebih banyak alasan untuk optimistis. Tapi dengan net sell kumulatif asing yang masih menumpuk di kisaran Rp 76 triliun sejak Januari, kepercayaan diri ini mungkin masih terlalu dini untuk dipegang terlalu erat. Pertanyaannya, berapa lama tren ini bisa bertahan?