RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  INDF Masih Murah, Analis Kerek Target Harga

Bisnis

INDF Masih Murah, Analis Kerek Target Harga

Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dinilai masih undervalued meski kinerja 2025 sudah sesuai ekspektasi analis. KB Valbury Sekuritas menaikkan target harga seiring pendapatan yang melampaui proyeksi.

Pendapatan Indofood sepanjang 2025 tidak mengecewakan. Realisasinya tembus 102,2% dari estimasi KB Valbury Sekuritas, dan 100,2% dari konsensus analis. Bukan sekadar sesuai ekspektasi, tapi sedikit melampaui.

Dari situ, KB Valbury Sekuritas mengerek target harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Simpelnya, harga saham saat ini belum mencerminkan nilai wajar. Masih murah.

Sebagai emiten Grup Salim, INDF memang sudah lama dikenal tahan banting. Lini bisnisnya terdiversifikasi cukup dalam, dari mi instan sampai distribusi pangan, sehingga ketika satu segmen tertekan, segmen lain masih bisa menopang. Pendapatan konsolidasinya pun relatif stabil, bahkan di tahun-tahun yang berat sekalipun.

Ironisnya, justru sifat stabil inilah yang bikin saham ini kurang seksi di mata trader. Bukan tipikal saham yang gampang nge-raid dalam sehari, bukan juga yang bikin jantung berdegup kencang saat closing. Akibatnya, valuasi INDF sering kedodoran dibanding kinerja fundamentalnya yang sebetulnya cukup solid. Pola klasik emiten konglomerasi.

Sekarang analis mulai angkat tangan: ada gap antara harga pasar dan nilai wajar yang sulit diabaikan. Kalau realisasi pendapatan 2025 saja sudah melampaui 102% dari estimasi, agaknya pasar terlalu lama tidur terhadap emiten konglomerasi ini.

Sampai kapan diskon ini bertahan? Itu pertanyaan yang layak ditaruh di meja.