Foto-foto unit dummy yang diyakini sebagai iPhone lipat pertama Apple beredar di internet pekan ini, dibagikan pembocor teknologi Sonny Dickson lewat platform X. Bersamaan dengan itu, para peneliti menemukan jejak kode di iOS 27 Developer Beta yang sulit dijelaskan keberadaannya, kecuali Apple memang sedang membangun perangkat dengan form factor yang sama sekali baru.
Dari foto dummy yang beredar, desain iPhone Fold terlihat pendek namun lebar, berbeda dari kebanyakan ponsel lipat Android yang cenderung ramping dan tinggi. Ketika dibuka penuh, layar utama bagian dalam diestimasikan berukuran sekitar 7,8 inci dengan rasio menyerupai tablet kecil, nyaris seperti iPad mini dalam genggaman. Layar cover di sisi luar kabarnya berukuran 5,5 inci. Saat dilipat, proporsinya agaknya menyerupai paspor fisik.
Modul kamera belakang berbentuk kapsul memanjang di sisi kiri, memuat dua lensa yang disusun horizontal dengan flash di kanan. Tombol volume ditempatkan di bagian atas, tombol daya di sisi perangkat, kamera selfie diposisikan di sudut kiri atas layar dalam. Beberapa foto memperlihatkan lipatan di tengah layar, meski belum jelas apakah itu bagian dari desain final atau sekadar karakteristik model yang dibuat untuk keperluan produksi aksesori.
Soal keamanan, bocoran menyebut Apple kemungkinan meninggalkan Face ID dan menggantinya dengan Touch ID yang terintegrasi di tombol daya. Desain lipat memang menyulitkan penempatan sensor TrueDepth secara optimal, sementara Touch ID berbasis tombol sudah terbukti andal di iPad dan MacBook. Apple sekaligus dikabarkan menguji kombinasi Dynamic Island dan Touch ID di satu perangkat. Belum pernah ada sebelumnya.
Dickson memperkirakan perangkat ini hanya hadir dalam satu pilihan warna saat peluncuran, yakni putih. Ini berbeda dari laporan jurnalis Bloomberg Mark Gurman yang sebelumnya menyebut dua opsi: hitam dan putih. Strategi warna terbatas, kalau data ini bisa dipercaya, bukan hal baru bagi Apple. Beberapa produk sebelumnya diluncurkan dengan pilihan sempit sebelum diperluas di generasi berikutnya.
Yang lebih meyakinkan dari sekadar foto dummy: temuan di dalam kode iOS 27. Peneliti software M1Astra menemukan file tersembunyi dengan variabel bernama "foldState", "mechanicalAngleDegrees", dan "angleDegrees", dirancang untuk mendeteksi apakah perangkat sedang terlipat penuh, terbuka sebagian, atau terbuka sepenuhnya beserta sudut bukaan tepatnya. Kode semacam ini tidak dibutuhkan iPhone, iPad, atau Mac mana pun yang ada sekarang. iOS 27 juga memuat referensi terhadap layar sekunder, kaca pelindung kedua, dan dua sensor cahaya tambahan. Semuanya mengarah ke satu kesimpulan.
Pertanyaannya, kebetulan atau tidak? Apple memperbarui fitur iPhone Mirroring di macOS 27 Golden Gate sehingga tampilan ponsel yang terhubung bisa diperbesar hingga sebesar iPad. Animasi dalam demo tersebut memperlihatkan rasio layar yang menyerupai perangkat lipat saat terbuka lebar. Sejumlah widget di iOS 27 kini tersedia dalam format halaman penuh, desain yang akan terasa natural di layar jauh lebih besar dari iPhone biasa. Konsep "adaptabilitas" yang Apple soroti dalam sesi Platforms State of the Union, kemampuan software menyesuaikan diri dengan ukuran dan rasio layar yang berubah-ubah, bisa jadi bukan sekadar teori untuk developer.
Dari sisi hardware, bocoran teknis lain menyebut iPhone Fold akan dilengkapi sistem pendingin vapor chamber, teknologi yang sebelumnya hanya ada di iPhone 17 Pro. Tantangan termalnya jelas lebih kompleks pada perangkat lipat: ruang sempit, engsel mekanis yang terus bergerak, baterai terbagi, layar fleksibel yang rentan panas. Vapor chamber jadi solusi masuk akal. Engselnya sendiri diklaim menggunakan material liquid metal, pilihan yang menawarkan ketahanan jangka panjang sekaligus presisi tinggi.
Satu hal yang konsisten disebut di berbagai sumber bocoran: kualitas engsel dan minimnya crease di layar bakal menjadi nilai jual utama. Bekas lipatan di tengah layar sampai hari ini masih menjadi keluhan standar pengguna ponsel lipat Android. Kalau Apple benar-benar berhasil mengeliminasi masalah klasik itu, beda cerita.
Harga yang beredar di kisaran USD 2.000, atau sekitar Rp 32,5 juta dengan kurs saat ini, menempatkan iPhone Fold jauh di atas lini iPhone Pro mana pun. Mahal? Jelas. Tapi jika September 2026 Apple benar-benar naik panggung dengan perangkat ini, pasar ponsel lipat yang selama beberapa tahun dikuasai Samsung, Huawei, dan nama-nama Android lain akan langsung menghadapi dinamika yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.