RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Iran Ancam Eropa, Klaim Radar THAAD AS di Yordania...

Internasional

Iran Ancam Eropa, Klaim Radar THAAD AS di Yordania Lumpuh

Wakil Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan 25 duta besar Eropa agar tidak mendukung operasi militer AS, sementara IRGC mengklaim telah menghancurkan radar sistem THAAD beserta sejumlah aset militer Amerika di Yordania.

Iran memperingatkan Eropa, dan mengklaim telah menembak jatuh radar THAAD milik AS di Yordania.

Teheran mengirim pesan yang tidak bisa disalahartikan kepada ibu kota-ibu kota Eropa: diam bukan pilihan, tapi berpihak pada Washington bisa jadi lebih berbahaya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memanggil 25 duta besar dan kepala misi diplomatik Eropa dalam satu pertemuan, lalu menyampaikan posisi Teheran secara gamblang. Pesannya keras: negara-negara Eropa yang mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer atau wilayah udara mereka akan dianggap sebagai bagian dari pihak agresor. Bukan sekadar retorika. Ini sinyal yang punya konsekuensi nyata.

Gharibabadi juga mengakui bahwa sejumlah negara Eropa menunjukkan sikap yang, menurut penilaiannya, lebih berprinsip. Spanyol secara khusus mendapat pujian atas posisinya dalam konflik ini, sebuah gestur yang agaknya disengaja untuk memberi contoh kepada negara-negara lain di benua itu.

Soal kampanye militer AS yang dilancarkan pada 23 Juli, Gharibabadi menegaskan bahwa operasi Washington tidak menawarkan manfaat strategis jangka panjang dan justru menambah ketidakstabilan regional dan global. "Kami telah memberikan kekalahan telak kepada musuh kami dalam konflik 40 hari dan akan dengan tegas mempertahankan wilayah dan kepentingan nasional kami," ujarnya, sebagaimana dikutip kantor berita WANA.

Di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengonfirmasi serangan mereka terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Klaim IRGC tidak tanggung-tanggung: radar sistem pertahanan udara THAAD disebut berhasil dihancurkan, bersama radar C-RAM, baterai Patriot, dan sejumlah tangki bahan bakar. THAAD termasuk sistem pertahanan udara paling canggih yang dimiliki AS. Kalau klaimnya terbukti, bukan main dampaknya. Meski, setidaknya itu klaim IRGC sendiri, dan angka seperti ini selalu patut dicermati dengan kepala dingin.

IRGC juga menyertakan framing yang menarik: serangan itu diklaim tidak melanggar kedaulatan Yordania karena justru kehadiran pasukan AS-lah yang menggerogoti otoritas Amman. Argumentasi yang bisa jadi sulit ditelan Amman, tapi cukup untuk konsumsi domestik dan audiens regional.

Konflik ini kini menyeret kalkulasi geopolitik Eropa ke posisi yang tidak nyaman. Selama ini Eropa berupaya menjaga jarak dari eskalasi langsung antara Washington dan Teheran. Peringatan Gharibabadi menutup ruang abu-abu itu rapat-rapat. Bagi negara-negara anggota NATO yang menjadi tuan rumah pangkalan Amerika, pilihan "netral" praktis sudah tergeser dari meja.