RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  itel A200 Meluncur: Baterai 6000mAh dan AI DeepSee...

Tekno

itel A200 Meluncur: Baterai 6000mAh dan AI DeepSeek di Bawah Rp1,6 Juta

itel Indonesia resmi merilis A200, smartphone entry-level dengan baterai 6000mAh, sertifikasi IP65 plus Military Grade, dan integrasi AI berbasis DeepSeek R1, mulai Rp1.499.000.

Asus Ascent QN10 mini PC dengan casing perak aluminium anodized di atas meja kayu

Segmen entry-level Indonesia kedatangan pemain baru yang agak serius, setidaknya di atas kertas. itel Indonesia resmi meluncurkan A200, smartphone seharga Rp1.499.000 yang datang membawa kombinasi yang jarang ditemukan di kelas harganya: baterai 6000mAh, sertifikasi ketahanan militer, dan integrasi AI berbasis DeepSeek R1.

Layarnya 6,75 inci dengan refresh rate 120Hz. Angka yang bahkan belum tentu kamu temukan di ponsel dua kali lipat harganya dua tahun lalu. Untuk menonton video atau scroll media sosial, spesifikasi ini lebih dari cukup, eh, maksudnya: lebih dari cukup, titik. Masuk ke kelas harga segini, 120Hz tetap bukan hal yang bisa dianggap remeh.

Soal ketahanan, itel bermain di dua jalur sekaligus: IP65 untuk debu dan cipratan air, plus sertifikasi Military Grade untuk proteksi benturan. Ada pula fitur Wet & Greasy Touch, yang memastikan layar tetap merespons sentuhan tangan basah atau berminyak. Sepele kedengarannya. Tapi siapa yang belum pernah frustrasi mengoperasikan ponsel setelah makan gorengan?

Baterai 6000mAh jelas jadi senjata utama pemasaran perangkat ini. Kapasitas segitu untuk kelas harga di bawah Rp1,6 juta terbilang agresif, bak gayung bersambut antara kebutuhan pasar dan ambisi merek. Klaim seharian penuh dari satu kali pengisian perlu diuji di kondisi pemakaian nyata, tapi angkanya sendiri sudah cukup meyakinkan di atas kertas.

Fitur yang paling mencolok, dan agaknya jadi pembeda terbesar A200 dari kompetitor sekelas, adalah AI DeepSeek R1 yang bisa dipanggil hanya dengan satu ketukan. DeepSeek R1 bukan nama sembarangan di dunia kecerdasan buatan, dan membawanya ke ponsel entry-level adalah langkah yang setidaknya menunjukkan itel paham ke mana arah pasar bergerak. Apakah implementasinya semulus klaimnya? Itu soal berbeda.

Satu lagi yang bikin geleng-geleng: UltraLink, teknologi komunikasi jarak jauh hingga 1,2 kilometer tanpa bergantung jaringan seluler. Fitur penyelamat bagi pengguna yang sering masuk zona minim sinyal atau aktif di kegiatan outdoor.

"Melalui itel A200, kami ingin menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak hanya menghadirkan desain yang menarik dan baterai tahan lama, kami juga membawa pengalaman AI yang lebih mudah diakses serta fitur komunikasi inovatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna sehari-hari," ujar Geza Febriandi, Head Marketing itel Indonesia.

Soal harga, ada hal yang patut dicermati sebelum langsung klik beli. Varian 3+128GB dibanderol Rp1.499.000, sedangkan varian 4+64GB justru lebih mahal di Rp1.599.000. Artinya, dengan membayar Rp100.000 lebih, kamu dapat RAM sedikit lebih besar tapi storage separuhnya. Pilihan mana yang lebih masuk akal tergantung kebiasaan pakai, tapi untuk kebanyakan orang, storage 128GB agaknya lebih krusial dari selisih 1GB RAM. Keduanya tersedia di Shopee dan TikTok Shop by Tokopedia selama periode peluncuran.

Pasar entry-level Indonesia keras dan penuh sesak. Tapi dengan paket spesifikasi seperti ini di titik harga segitu, itel A200 punya amunisi yang cukup untuk bikin calon pembeli berhenti sejenak sebelum memilih nama yang lebih familiar.