KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Kawanan Serigala Serang Wisatawan di Pantai Galile...

Internasional

Kawanan Serigala Serang Wisatawan di Pantai Galilea, 11 Orang Dirawat RS

Sebelas wisatawan diserang kawanan serigala di kawasan perkemahan Pantai Duga, Laut Galilea, Israel utara, dini hari Sabtu lalu. Tiga di antaranya anak-anak, dan salah satu korban termuda mengalami luka gigitan di wajah.

Kawanan Serigala Serang Warga Israel di Pantai, 11 Orang Dilarikan ke RS

Sekitar pukul 02.10 dini hari, saat sebagian besar pengunjung Pantai Duga masih terlelap di tenda, seekor serigala masuk ke area perkemahan di tepi Laut Galilea dan mulai menyerang. Sabtu (13/6/2026), sebelas orang akhirnya dilarikan ke rumah sakit, tiga di antaranya anak di bawah umur.

Korban paling berat malam itu: Alice, 12 tahun, digigit tepat di wajah. Ibunya, Yelena, menceritakan momen itu dengan suara yang masih gemetar. "Kami semua tidur di tenda. Tiba-tiba putri saya berteriak, 'Sakit! Sakit!' Saya nyalakan lampu, seluruh wajahnya berlumuran darah. Saya sangat ketakutan. Saya melihat hewan yang menggigitnya, ukurannya besar, sangat besar," kata Yelena, dikutip dari Times of Israel. Menurut Yelena, ada lima serigala di pantai tempat mereka berkemah malam itu. Putrinya, ia tegaskan, adalah yang paling parah. "Orang lain digigit sedikit di kaki, tapi serigala itu menggigit tepat di wajahnya."

Alice sendiri awalnya mengira hewan yang mendekati tendanya anjing peliharaan seseorang. Baru setelah gigitan itu, barulah ia sadar betapa seriusnya situasi. Ia dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, mendapat jahitan dan vaksinasi, lalu diizinkan pulang. Ironi yang pahit: beberapa hari lagi ia seharusnya menghadiri pesta kelulusan sekolahnya.

Nenek korban lain, Mira Genin, menggambarkan bagaimana suasana perkemahan berubah jadi kekacauan dalam hitungan menit. Saat ia menuju kantor pengelola untuk meminta bantuan, semakin banyak wisatawan keluar dari tenda sambil berteriak, tubuh mereka penuh cakaran dan bekas gigitan.

Otoritas Alam dan Taman Israel kini menyelidiki insiden ini, termasuk memastikan apakah hewan-hewan tersebut serigala atau anjing liar. Satu hal yang membuat pihak berwenang was-was: perilaku salah satu hewan terbilang tidak normal, memunculkan kecurigaan soal kemungkinan rabies. "Penting untuk mencari perawatan medis karena risiko tertular rabies," tegas pihak berwenang. Seluruh korban sudah menerima vaksin sebagai tindakan pencegahan.

Ini bukan insiden tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, laporan serigala agresif bermunculan dari sejumlah titik di Israel. Di Ramat Gan saja tercatat 10 kasus gigitan, sementara Tel Aviv dalam dua pekan terakhir sudah membukukan tiga laporan. Populasi serigala di kawasan Taman Yarkon, Tel Aviv, diperkirakan antara 500 hingga 800 ekor, dan studi resmi masih berjalan untuk mengonfirmasi angkanya. Masif, kalau dipikir-pikir.

Para ahli lingkungan menuding akar masalah yang lebih struktural: permukiman manusia yang terus merambah habitat satwa, ditambah kebiasaan pengunjung memberi makan hewan liar, pelan-pelan menggeser pola perilaku serigala. Kawasan wisata yang padat di musim liburan seperti Pantai Duga, agaknya, jadi titik rawan pertemuan antara dua dunia yang mestinya terpisah.

Danau Galilea bukan destinasi sembarangan. Kawasan ini punya nilai sejarah dan religius yang dalam, sekaligus jadi magnet wisatawan sepanjang tahun untuk berkemah dan memancing. Kepadatan itulah, bisa jadi, yang membuat batas antara manusia dan satwa liar kian tipis setiap musim liburan tiba.