Malam tadi, prosesi pergantian kiswah Ka'bah kembali berlangsung di Masjidil Haram, Makkah, menandai masuknya tahun 1448 Hijriah. Mahkamah Agung Saudi menetapkan 16 Juni 2026 sebagai hari pertama Muharram 1448 H, dan sejak 2022, momen itulah yang dipilih Arab Saudi untuk mengganti kain penutup Ka'bah, bergeser dari jadwal lama yang jatuh setiap 9 Zulhijah.
Kain kiswah yang baru bukan barang sembarangan. Dibuat selama 11 bulan oleh 150 pengrajin di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba, kiswah itu melewati tujuh tahap produksi: penyulingan air, pencucian sutra, penenunan, pencetakan, penyulaman, perakitan, hingga inspeksi akhir. Bobotnya 1.410 kilogram, terdiri dari 47 lembar sutra hitam yang disulam 30 ayat Al-Quran menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat. Bukan angka kecil.
Kain lama dilepas dari keempat sisi Ka'bah. Penggantinya diangkut dengan trailer khusus ke halaman mataf di bawah pengawalan polisi dan tentara Saudi, lalu dipasang hingga menutupi seluruh sisi Baitullah.
Area mataf tempat prosesi itu berlangsung menyimpan jejak karya Indonesia. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengerjakan renovasi kawasan tawaf tersebut pada 2013 sebagai bagian dari proyek perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi. Kapasitas mataf yang semula hanya 48.000 jemaah melonjak menjadi lebih dari 105.000 setelah renovasi rampung.
"Perluasan mataf ini bagi Waskita bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi juga wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional," kata Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita.
Di luar aspek seremonial, ada alasan sangat praktis di balik pergantian rutin ini. Setiap tahun jutaan jemaah haji dan umrah menyentuh kain Ka'bah saat tawaf. Intensitas itu tidak bisa diabaikan.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah Erti Herlina menilai perpindahan jadwal pergantian ke 1 Muharram bukan semata soal kebersihan fisik. Ada lapisan makna yang lebih dalam. "Pelepasan kiswah lama menyiratkan pengakuan atas masa lalu kita. Mungkin ada kehilafan dan kelalaian yang pernah dilakukan. Kemudian kiswah baru mengandung harapan agar ketakwaan, keikhlasan, dan ilmu kita semakin baik," katanya.
Erti juga mengingatkan jemaah yang menyaksikan prosesi ini secara langsung agar tidak sibuk mengabadikan momen lewat kamera saja. Nilai sejatinya, agaknya, justru terletak pada keheningan dan muhasabah di sela prosesi yang bisa berlangsung beberapa jam hingga kiswah baru terpasang sempurna.
Satu pertanyaan yang wajar muncul: sudah berapa banyak tangan yang menyentuh kain itu dalam setahun? "Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah. Dalam satu tahun sudah berapa juta orang yang menyentuhnya," kata Erti. Itulah kenapa Ka'bah butuh lembar baru tiap tahun baru tiba.