RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Kolonel Achmad Fikri, Prajurit TNI Pertama Taklukk...

Internasional

Kolonel Achmad Fikri, Prajurit TNI Pertama Taklukkan 'Lemhanas' Yordania

Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe mencetak sejarah sebagai prajurit TNI pertama yang lulus dari Royal Jordanian National Defence College, meraih gelar magister dengan predikat excellent di antara 146 peserta dari 13 negara.

Cetak Sejarah, Kolonel Achmad Fikri Jadi Prajurit TNI Pertama Lulusan ‘Lemhanas’ Yordania

Sepanjang hampir satu tahun belajar di Amman, Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe tidak sekadar menyelesaikan pendidikan. Ia mengukir tonggak yang belum pernah dicapai prajurit TNI mana pun sebelumnya.

Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., resmi diwisuda dari Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania pada Senin, 15 Juni 2026, menjadikannya personel TNI pertama yang menuntaskan pendidikan di lembaga tersebut. Bukan cuma lulus, ia keluar dengan predikat excellent sekaligus mengantongi gelar Master in Management and Strategic Studies, ditambah Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences. Dua gelar sekaligus. Bukan pencapaian kecil.

Prosesi wisuda Angkatan ke-23 Tahun Akademik 2025-2026 itu dipimpin langsung oleh Pangeran Faisal bin Al Hussein, adik Raja Yordania Abdullah II, dan dihadiri Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono bersama sejumlah pejabat tinggi kedua negara.

RJNDC bukan sekolah sembarangan. Lembaga yang sebelumnya bernama Royal Jordanian War College ini setara dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Indonesia, dirancang untuk mencetak pemimpin sipil dan militer pada level strategis nasional. Kurikulumnya mencakup keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, hingga perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks.

Tahun akademik 2025-2026, bangku RJNDC diisi 146 peserta dari 76 orang Yordania dan 70 peserta internasional asal 13 negara: Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania. Dari 146 peserta itu, hanya sekitar 70 yang mengambil program magister penuh. Achmad Fikri masuk kelompok itu.

Pendidikan berlangsung sejak 29 Juni 2025 hingga 15 Juni 2026. Hampir persis satu tahun. Agaknya waktu segitu memang tidak banyak untuk menyerap materi selevel itu, tapi Achmad Fikri membuktikan cukup.

TNI AD menyatakan capaian ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi Achmad Fikri dalam mendukung pengembangan organisasi, sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Yordania di bidang pendidikan dan kerja sama militer. Sejarah pertama kali, kalau data ini bisa dipercaya, selalu punya bobot lebih dari sekadar angka di lembar kelulusan.