RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Kredit Perbankan Tumbuh 8,88% di April 2025, Tren...

Perbankan

Kredit Perbankan Tumbuh 8,88% di April 2025, Tren Perlambatan Berlanjut

OJK mencatat pertumbuhan kredit perbankan melambat ke 8,88% yoy pada April 2025, turun dari 9,16% di Maret. Kredit investasi jadi penopang utama dengan lonjakan 15,86%.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat outstanding kredit perbankan per April 2025 menyentuh Rp7.960 triliun. Tumbuh 8,88% secara year on year. Angka itu turun dari posisi Maret yang masih 9,16% yoy, bukan kejatuhan dramatis, tapi arahnya jelas: melambat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang intermediasi perbankan masih stabil dengan profil risiko yang terjaga. Pernyataan standar, agaknya memang dirancang untuk menenangkan. Angka-angkanya sendiri bicara lebih jujur.

Kalau dirinci berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi jadi satu-satunya yang bisa diacungi jempol. Pertumbuhannya 15,86% yoy, jauh meninggalkan dua kategori lain. Kredit konsumsi membuntuti di 8,97%, sementara kredit modal kerja cuma 4,62%. Tipis.

Angka modal kerja yang lesu itu, jujur saja, mengkhawatirkan. Kalau pelaku usaha enggan menarik pinjaman untuk operasional dan produksi, biasanya ada alasan yang tidak bisa diabaikan: permintaan belum pulih, atau margin terlalu cekak untuk menanggung beban bunga. Pola klasik perusahaan yang memilih bertahan ketimbang ekspansi.

Soal kredit investasi yang melesat, bisa jadi itu sinyal positif untuk jangka panjang. Tapi pertanyaannya sederhana: apakah ekspansi kapasitas itu bakal ketemu permintaan yang sepadan? Kalau tidak, yang terjadi bukan pertumbuhan, melainkan penumpukan kapasitas menganggur.