RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Lantai 2-5 Pentagon Dikunci, Polisi Dalam Gedung S...

Internasional

Lantai 2-5 Pentagon Dikunci, Polisi Dalam Gedung Sudah Pasang Masker Gas

Sejumlah area di markas besar Departemen Pertahanan AS dikunci setelah sistem keselamatan gedung mendeteksi masalah kualitas udara. Polisi Pentagon terlihat mengenakan masker gas dan perlengkapan pelindung kimia lengkap.

Diduga Tercemar Bahan Berbahaya, Gedung Pentagon AS Ditutup

Lantai dua hingga lima di koridor empat sampai tujuh kompleks Pentagon terkunci Kamis kemarin setelah sistem keselamatan gedung mendeteksi anomali kualitas udara. Protokol darurat bahan berbahaya langsung diberlakukan, bukan latihan.

Departemen Pemadam Kebakaran Arlington County mengonfirmasi unit hazmat dikerahkan ke lokasi. Dalam unggahan di X, mereka menyebut ini sebagai "insiden bahan berbahaya" dan tengah beroperasi untuk menetralisirnya. Tidak ada detail tambahan soal jenis kontaminan yang dirilis.

Pemandangannya, kalau boleh jujur, tidak biasa bahkan untuk standar Pentagon. Polisi di dalam gedung terlihat mengenakan masker gas dan perlengkapan pelindung kimia lengkap. Tim respons dari sejumlah instansi juga bergerak di halaman tengah.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell memilih kata-kata dengan hati-hati. Sistem keselamatan gedung, ujarnya, "telah mendeteksi masalah kualitas udara yang memerlukan tindakan pencegahan sampai kami menentukan signifikansinya." Departemen Pertahanan, tambah Parnell, sedang menjalankan protokol perlindungan standar termasuk perintah berlindung di tempat untuk area terdampak. Tim tanggap darurat, katanya, sudah siap mendukung penghuni gedung.

"Sampai kami menentukan signifikansinya", delapan kata yang meninggalkan ruang lebar bagi ketidakpastian. Bisa jadi pada saat itu, Pentagon sendiri belum tahu persis apa yang sedang mereka hadapi.

Pesan internal yang beredar di lingkungan keamanan Pentagon, dikutip CNN, menyebut bahwa pengujian tambahan diperlukan dan bisa memakan waktu satu hingga dua jam. Penghuni gedung mungkin akan melihat personel respons bergerak di halaman tengah, demikian isi pesan itu.

Insiden ini terjadi di salah satu gedung paling dijaga di dunia. Ribuan personel militer, sipil, dan kontraktor pertahanan melintas di sana setiap hari. Berapa lama lockdown bertahan dan apakah ada korban yang butuh penanganan medis, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi.