RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Likud Pastikan Netanyahu Maju Lagi, Meski 61% Publ...

Internasional

Likud Pastikan Netanyahu Maju Lagi, Meski 61% Publik Israel Menolak

Partai Likud mengumumkan Benjamin Netanyahu akan kembali bertarung di pemilu Israel yang wajib digelar paling lambat Oktober 2025, tepat di tengah jajak pendapat yang menunjukkan mayoritas publik Israel tak ingin sang PM kembali berkuasa.

Netanyahu Bakal Kembali Bertarung di Pilpres Israel

Partai Likud merilis pernyataan singkat pada Rabu (10/6) yang cukup untuk menghentikan spekulasi berminggu-minggu: Benjamin Netanyahu akan maju di pemilihan umum mendatang. Pengumuman itu keluar tak lama setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka meragukan apakah Netanyahu masih punya niat untuk kembali bertarung, sebuah momen yang agaknya mendorong Likud untuk memperjelas posisi.

Pemilu itu wajib digelar paling lambat Oktober 2025, menjadikannya kontestasi pertama di Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kegagalan intelijen dan keamanan terburuk dalam sejarah modern negara itu. Bagi Netanyahu, ini bukan sekadar pilpres biasa, ia harus mempertanggungjawabkan dua tahun perang sekaligus kasus korupsi yang masih menggantung.

Angka-angkanya menghantam keras. Survei Israel Democracy Institute yang dirilis 9 Juni menunjukkan 61 persen publik Israel berpendapat Netanyahu sebaiknya tidak mencalonkan diri lagi, dan koalisinya diprediksi gagal meraih kursi mayoritas. Bukan angka yang bisa diabaikan.

Tapi Netanyahu bukan orang yang gampang patah. Sejak kembali berkuasa pada Desember 2022 dengan koalisi yang disebut paling kanan dalam sejarah Israel, ia sudah menghadapi gelombang protes massa skala besar bahkan sebelum peluru pertama ditembakkan di Gaza. Tiga front perang, Gaza, Lebanon, dan Iran, ia kelola sekaligus, dengan semua kontroversi yang mengikutinya.

Hubungan dengan Washington tengah berada di titik yang rumit. Trump pekan lalu mengakui bahwa ia sempat menyebut Netanyahu "sangat gila" dalam sebuah percakapan telepon, meski ia mengklaim keduanya tetap berhubungan baik. Trump juga dikabarkan berulang kali meminta Presiden Israel memberikan pengampunan hukum bagi Netanyahu atas kasus korupsinya. Sebelumnya, tensi sempat memanas ketika Trump menekan Israel untuk menahan aksi militer di Lebanon demi melancarkan negosiasi damai dengan Iran.

Jadwal resmi pemilu belum diumumkan. Pertanyaan yang belum terjawab: siapa penantang seriusnya. Netanyahu, entah kebetulan atau tidak, justru mendapat momentum dari pengumuman ini, tepat saat publik mulai mempertanyakan niatnya.