RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Merek Jepang Masih Berkuasa, tapi Mobil China Teru...

Bisnis

Merek Jepang Masih Berkuasa, tapi Mobil China Terus Mengintai

Delapan dari 10 mobil terlaris di Indonesia sepanjang 2025 masih milik pabrikan Jepang. Tapi angka itu tidak otomatis berarti posisi mereka aman.

Delapan dari sepuluh. Itulah porsi pabrikan Jepang dari daftar merek mobil terlaris di Indonesia sepanjang 2025, menurut data Gaikindo. Sisanya diisi dua nama dari China.

Angka yang terlihat seperti kemenangan telak. Tapi ada yang agak aneh kalau kita baca data ini lebih cermat: dua tahun lalu, merek China bahkan nyaris tidak masuk hitungan. Sekarang mereka sudah punya dua kursi di meja yang sama.

Pelan. Tapi konsisten.

BYD, Chery, Wuling, DFSK. Satu per satu merek asal Negeri Tirai Bambu ini makin rajin nongol di showroom, pameran otomotif, bahkan jalanan Jakarta. Strategi mereka seragam: masuk dengan harga kompetitif, fitur yang bikin konsumen Jepang mengernyit heran, dan elektrifikasi sebagai kartu truf.

Apakah mereka siap menggulingkan Toyota, Honda, atau Daihatsu dalam waktu dekat? Agaknya belum. Loyalitas konsumen Indonesia terhadap merek Jepang bukan sesuatu yang runtuh dalam satu atau dua siklus pameran. Jaringan servis, ketersediaan suku cadang, nilai jual kembali, semua itu masih jadi keunggulan yang sulit ditandingi cepat-cepat.

Tapi pertanyaan yang lebih relevan bukan soal apakah merek China akan menang besok. Seberapa cepat mereka bisa menggerus selisih itu?

Kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin dua tahun lagi daftarnya berubah jadi tujuh banding tiga. Atau enam banding empat. Pergeseran kecil? Jangan salah. Dalam pasar yang menjual lebih dari satu juta unit per tahun, angka itu cukup untuk bikin distributor Jepang gelisah.