RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Motor Tanpa Logo Kawasaki Dijual di Showroom Kawas...

Bisnis

Motor Tanpa Logo Kawasaki Dijual di Showroom Kawasaki , Ini Penjelasannya

PT Kawasaki Motor Indonesia resmi memasarkan skutik Modenas Brusky 125 seharga Rp 26,5 juta, meski produk ini sama sekali tidak menyandang nama Kawasaki di bodinya.

Murni Merek Modenas, Mengapa Brusky 125 Dijual Kawasaki?

Satu nama asing muncul di booth Jakarta Fair Kemayoran 2026. Bukan nama baru di dunia otomotif, tapi asing di konteks ini: Modenas Brusky 125 terpajang resmi di jaringan diler Geng Hijau, dijual oleh PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), tanpa satu pun emblem Kawasaki menempel di bodinya.

Skutik 125 cc ini murni produk Malaysia. Dirancang, dikembangkan, dan diproduksi sepenuhnya oleh Modenas. Michael C. Tanadhi, Dept. Head Sales & Promotion KMI, tegas soal ini ketika ditemui di JiExpo Kemayoran, Kamis (11/6/2026). "Bukan produk Kawasaki, murni Modenas yang desain, development semua Modenas," katanya.

Lantas kenapa motor Malaysia ini bisa nangkring di showroom Kawasaki Indonesia? Jawabannya ada di tingkat korporasi. Kawasaki Motors Corporation (KMC) Jepang ternyata menjadi salah satu pemegang saham Modenas, dan kedekatan bisnis inilah yang membuka pintu. "Enggak ada gebrakan apa-apa, karena tadi, KMC menjadi shareholder Modenas. Itu yang membuat kita punya ide, 'oh berarti kita bisa jual Modenas juga,'" jelas Michael. KMI bertindak sebagai distributor tunggal, bukan prinsipal produk.

Pola seperti ini bukan barang baru buat KMI. Bagi yang ingat era Bajaj Pulsar 200NS, skema distribusi lintas merek pernah mereka jalani. Bedanya waktu itu nama Kawasaki masih ikut tercantum. Kali ini tidak. "Kalau Bajaj dulu ada 'Kawasaki'-nya, ini enggak. Ini standalone, mereknya Modenas bukan Kawasaki. Kita KMI yang mengimpor, jadi distributornya," kata Michael. Agaknya KMI memilih tidak mencampuradukkan ekuitas merek hijau mereka dengan produk yang sejatinya bukan buatan mereka sendiri.

Soal purna jual, konsumen tidak perlu waswas. KMI memastikan seluruh jaringan dilernya siap menangani Brusky 125, dari sparepart sampai servis. "Di diler Kawasaki, semua under Kawasaki. Sparepart kita yang tanggung jawab, semua diler jaringan kita yang handle untuk aftersales-nya," ujar Michael.

Rp 26,5 juta. Satu varian, satu harga, langsung membenturkan Brusky 125 dengan Honda Vario 125 yang sudah lama bercokol di segmen ini. Vario 125 CBS, varian paling terjangkau Honda, harganya terpaut sekitar Rp 2 jutaan di bawah Brusky. Tapi kalau dibandingkan Vario 125 CBS-ISS atau Street, selisihnya menyempit jadi ratusan ribu saja.

Di atas kertas, Vario unggul cukup telak. Mesin Brusky 125 cc SOHC dua katup berpendingin udara menghasilkan tenaga 7 kW di 7.500 rpm dan torsi 10 Nm di 6.000 rpm. Vario 125 memakai mesin berpendingin cairan dengan teknologi eSP, mampu memuntahkan 8,2 kW di 8.500 rpm dan torsi 10,8 Nm di 5.000 rpm. Pendingin cairan lawan pendingin udara, kalau bicara generasi teknologi, ini beda jauh.

Tampilan Brusky cukup familiar: setang lebar, dek kaki luas, jok nyaman, tipikal motor harian. Vario tampil lebih galak dengan garis V-shape dan pencahayaan full LED. Bagi yang sudah bertahun-tahun akrab dengan Vario, Brusky akan terasa seperti sepupu yang lebih kalem, dan mungkin memang itu yang dicari sebagian orang.

Pertanyaannya sederhana: siapa yang akan beli? Bisa jadi loyalis Kawasaki yang selama ini tidak punya pilihan skutik dari merek kesayangan mereka. Atau konsumen yang butuh motor harian dengan dukungan jaringan luas, tapi budget tidak cukup untuk Vario varian atas. Segmen kecil, memang. Tapi pasar Indonesia punya kebiasaan buruk mempermalukan asumsi yang terlalu cepat dibuat.