Motorola bergerak lebih cepat dari kebanyakan vendor Android. Tak lama setelah Google merilis pratinjau awal Android 17 di awal 2026, perusahaan itu langsung membuka program beta untuk sejumlah perangkatnya dan kini melebarkan cakupan lebih jauh.
Sepuluh slot perangkat masuk daftar resmi, meski sebagian besar adalah varian regional dari model yang sama. Dua nama dari lini flagship Razr mendapat jatah: Motorola Razr+ (2025) dan Razr+ (2024), keduanya khusus pasar Amerika Serikat. Sisanya, Razr 50 Ultra dan Edge 50 Ultra tersebar ke India, EMEA, LATAM, dan Brasil. Empat wilayah, empat slot terpisah, tapi intinya dua model.
Bukan angka yang bikin jatuh dari kursi.
Tapi konteksnya yang bicara. Selama bertahun-tahun, Motorola kerap dicap lambat urusan software update. Cap itu belum sepenuhnya luntur, namun langkah masuk ke beta Android 17 sebelum versi final rilis, yang diperkirakan baru meluncur pertengahan 2026, agaknya menunjukkan ada niat serius mengubah citra. Pengguna yang tertarik bisa mendaftar lewat Motorola Feedback Network (MFN) dan platform komunitas resmi, selama perangkatnya kompatibel dan lokasinya masuk wilayah yang didukung.
Seperti biasa dengan versi beta, stabilitas tidak dijamin. Motorola sendiri mewanti-wanti agar perangkat beta tidak dijadikan andalan harian.
Di sisi Google, Android 17 terus diisi fitur yang, jujur saja, sudah terlalu lama absen. Salah satunya remapping controller gamepad langsung dari level sistem.
Selama ini pengguna yang ingin mengatur ulang tombol gamepad bergantung pada pengaturan per game atau aplikasi pihak ketiga. Tiap game, tiap pengaturan ulang. Melelahkan. Android 17 memotong rantai itu dengan menyediakan pengaturan controller dari menu sistem, berlaku lintas semua game tanpa perlu konfigurasi berulang.
Karyawan Google Mishaal Rahman menyebut pengembangan fungsi ini sebagai respons terhadap masukan pengguna yang berulang kali meminta pemetaan ulang controller bawaan di ekosistem Android. Ia menjelaskan implementasinya bekerja pada tingkat sistem sehingga kustomisasi tombol berlaku universal. "Pengaturan ulang controller di Android 17 berfungsi dengan controller berkabel dan Bluetooth serta mendukung pengaturan ulang pada tingkat yang lebih detail," kata Mishaal, dikutip dari Android Authority pada 7 April 2026.
Soal akses, tidak ribet. Gamepad berkabel: Pengaturan, lalu Sistem, lalu Pengontrol Game. Bluetooth jalurnya sedikit berbeda, lewat Pengaturan, kemudian Perangkat Terhubung, pilih Detail Perangkat pada gamepad yang aktif, baru masuk ke Pengaturan Pengontrol Game. Dari sana pengguna bisa remap tombol muka, trigger, klik thumbstick, sampai menukar input arah antara stik analog dan D-pad.
Google mengklaim fitur ini juga dirancang dengan pertimbangan aksesibilitas, memberi ruang bagi pemain dengan kebutuhan fisik berbeda untuk menyesuaikan kontrol mereka. Klaim yang masuk akal, meski pembuktiannya di lapangan tentu cerita lain.
Beberapa bug sudah diakui. Simbol tombol kadang muncul tidak sesuai untuk controller tertentu. Wajar untuk tahap beta, tapi patut dicermati bagi yang berniat langsung pakai serius.
Fitur remap ini baru tersedia mulai Beta 2 ke atas. Bagi pengguna Motorola yang perangkatnya masuk daftar dan ingin ikut mencicipi sebelum rilis final, jendela pengujiannya terbatas. Manfaatkan selagi masih terbuka.