RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Nama Trump Dicopot dari Kennedy Center setelah Pen...

Internasional

Nama Trump Dicopot dari Kennedy Center setelah Pengadilan Banding Tutup Pintu Penundaan

Papan nama Donald Trump resmi dilepas dari gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts setelah pengadilan banding menolak permohonan penangguhan putusan, mempertegas bahwa hanya Kongres yang berwenang mengubah nama lembaga seni nasional itu.

Nama Trump Dicopot dari Gedung Kennedy Center setelah Putusan Hakim

Para pekerja mulai melepas papan nama Donald Trump dari fasad Kennedy Center di Washington, DC pada Sabtu, 13 Juni 2026. Itu terjadi setelah pengadilan banding menolak permohonan penangguhan yang diajukan dewan pengurus lembaga tersebut bersama Departemen Kehakiman AS.

Sebetulnya, tanda-tanda pencopotan sudah kelihatan lebih awal. Sebagian fasad gedung sempat ditutupi terpal sejak beberapa hari sebelumnya, dan nama Trump dilaporkan sudah raib dari situs resmi Kennedy Center sejak awal pekan. Bukan cuma soal signage: perubahan itu menyentuh seluruh materi resmi yang berkaitan dengan institusi.

Direktur Eksekutif Kennedy Center Matt Floca membenarkan pencopotan itu sebagai tindak lanjut langsung putusan hakim, yang memerintahkan nama Trump dihilangkan dari gedung maupun seluruh dokumen resmi terkait. Dalam banding, pihak Kennedy Center berdalih pengembalian nama asli berpotensi menimbulkan kebingungan publik dan bisa mempengaruhi aliran donasi swasta yang selama ini melekat pada nama baru itu. Pengadilan tidak terkesan.

Putusan asal datang dari Hakim Distrik AS Christopher Cooper. Bulan lalu, Cooper menyatakan proses penggantian nama itu dilakukan secara tidak sah, kewenangan mengubah nama lembaga budaya nasional sekelas Kennedy Center bukan di tangan dewan pengurus atau pemerintah, melainkan di Kongres. Selain perintah penghapusan nama, Cooper juga menangguhkan rencana penutupan gedung selama dua tahun untuk renovasi yang semula dijadwalkan mulai Juli mendatang.

Sengketa ini berakar dari keputusan dewan pengurus pada Desember 2025 untuk menempelkan nama Trump pada gedung dan fasadnya. Langkah itu langsung disambut gugatan dari anggota DPR AS Joyce Beatty, yang menyambut perkembangan terakhir ini dengan tangan terbuka. Beatty menegaskan para pendukung akan terus berjuang mempertahankan identitas asli Kennedy Center.

Jauh sebelum hakim bicara, komunitas seni sudah bergerak duluan. Sejumlah seniman angkat kaki dari jadwal penampilan di Kennedy Center, menilai penempelan nama Trump kental dengan kepentingan politik yang bertabrakan dengan semangat independensi dunia seni. Pihak pengelola, yang kini diisi figur-figur dekat lingkaran Trump, merespons dengan menyatakan komitmen pada inklusivitas. Agaknya belum cukup untuk membujuk para seniman yang telanjur hengkang.

Proses hukum belum selesai. Sidang lanjutan dijadwalkan akhir Juni 2026, dengan sejumlah argumen tambahan yang masih akan disampaikan. Sementara banding terus bergulir, nama John F. Kennedy sudah kembali menempel di gedung yang memang dari awal dibangun untuk menghormatinya.