RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Nusantara Explorer: KAI Uji Kereta Hotel Bintang L...

Bisnis

Nusantara Explorer: KAI Uji Kereta Hotel Bintang Lima Karya Anak Bangsa

PT Kereta Api Indonesia mulai menguji Nusantara Explorer, luxury sleeper train pertama Indonesia yang dibangun dari revitalisasi kereta era 1980-an di Balai Yasa Surabaya Gubeng, dengan tiga kelas kabin dan fasilitas setara hotel bintang lima.

Mengenal KA Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah KAI dengan Unsur Batik

Belum ada satu tiket pun terjual, belum ada jadwal resmi diumumkan. Tapi Kamis pagi pekan lalu, puluhan railfans sudah berdiri berjam-jam di balik pagar Balai Yasa Gubeng, Surabaya, kamera siap, hanya untuk menyaksikan sebuah rangkaian kereta berwarna elegan keluar dari depo untuk menjalani uji dinamis menuju Lamongan.

Itulah Nusantara Explorer. Antusiasme publik yang meledak jauh sebelum kereta ini resmi beroperasi agaknya sudah cukup menjawab pertanyaan soal apakah Indonesia siap dengan konsep luxury sleeper train.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi bahwa dua dari 12 kereta yang direncanakan telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior dan menjalani dua jenis pengujian: uji statis dan uji dinamis. Uji dinamis dilaksanakan di lintas Surabaya Gubeng-Lamongan pergi-pulang, mencakup evaluasi kestabilan, sistem pengereman, kelistrikan, hingga fungsi fasilitas pendukung. Uji statis memeriksa hal yang sama, tapi dalam kondisi kereta berhenti. Sepuluh kereta sisanya masih dalam antrean pengerjaan di Balai Yasa Surabaya Gubeng.

"Dari rencana pengembangan rangkaian yang terdiri atas 12 kereta, saat ini dua kereta telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior serta menjalani uji statis dan dinamis. Hasil pengujian akan menjadi bahan evaluasi untuk proses penyempurnaan berikutnya," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Nusantara Explorer dikembangkan sebagai luxury sleeper train, konsep yang lebih dekat ke hotel berjalan daripada kereta penumpang konvensional. Inspirasi desainnya terang-terangan merujuk pada kereta legendaris Eropa seperti Orient Express, tapi identitas lokalnya dijaga ketat. Interior bergaya neoklasik dipadukan motif wayang kulit, Batik Lasem, Sekar Jagad, hingga ornamen Bali, diterapkan pada elemen dekoratif, material, dan pilihan warna di setiap ruang.

Struktur kabin terbagi tiga. Signature Class untuk penumpang yang menginginkan ruang paling luas dengan privasi penuh. Advance Class menggabungkan kenyamanan dengan efisiensi tata ruang. Compact Class bagi yang ingin merasakan sleeper train dengan konsep lebih ringkas. Semua kelas menghadirkan kasur sungguhan, bukan kursi rebah seperti pada kereta eksekutif biasa, lengkap dengan lampu tidur, kaca rias, dan wastafel.

Fasilitas bersama tidak kalah ambisius. Grand Restaurant dirancang sebagai ruang kuliner yang lebih personal dari gerbong makan biasa, dengan penataan meja, pencahayaan, dan area makan privat. Ada lounge dengan kursi santai, bar, piano, sistem audio, dan jendela lebar. Satu yang bisa jadi paling banyak diincar untuk foto: balkon VIP di bagian belakang rangkaian, dengan jendela berukuran besar menghadap lanskap yang dilintasi. Bisa ditebak, itu yang bakal paling ramai antrean selfie-nya.

Yang membuat proyek ini punya cerita lebih dari sekadar kemewahan: seluruh pengembangan dan modifikasi dilakukan sendiri oleh tenaga teknis di Balai Yasa Surabaya Gubeng. KAI tidak mendatangkan rangkaian baru dari luar negeri. Mereka merevitalisasi kereta produksi era 1980-1990-an, mempertahankan karakter historikal sambil memperbarui teknologi, interior, dan standar kenyamanan secara menyeluruh.

"Nusantara Explorer memperlihatkan kemampuan pekerja Balai Yasa Surabaya Gubeng dalam mengembangkan sarana dengan konsep pelayanan yang semakin beragam. Pengalaman teknis dan ketelitian pekerja menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengerjaan," tegas Anne. Kalimat yang terdengar seperti pernyataan korporat biasa, tapi konteksnya berbeda: ini BUMN kereta api membuktikan bahwa bengkel lokal bisa menghasilkan produk yang kualitas aspirasinya setara operator wisata rel premium dunia.

Kapan Nusantara Explorer resmi beroperasi? KAI belum mau bicara angka. Rute, jadwal, tarif, dan komposisi akhir rangkaian baru akan diumumkan setelah seluruh proses pengembangan, pengujian, dan persiapan layanan tuntas. Dengan 10 kereta sisanya masih mengantre di bengkel, penumpang pertama Nusantara Explorer agaknya masih perlu bersabar cukup lama.

Tapi satu hal sudah terbukti sejak Kamis pagi itu. Kereta ini berhasil menciptakan ekspektasi bahkan sebelum satu penumpang pun sempat menyentuh kasurnya.